Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Jawa Barat, menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sejumlah sekolah yang berada di sekitar lokasi aksi demonstrasi, menyusul diberlakukannya status siaga satu keamanan di wilayah tersebut.
Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Gufron, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan setidaknya 29 sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, yang terdampak langsung.
“Mulai Senin 1 September 2025, sekolah-sekolah itu melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Untuk sekolah lain yang berdekatan dengan titik aksi, kami juga mengimbau agar dapat mengambil kebijakan serupa bila diperlukan,” ujar Asep di Bandung, Minggu, 31 Agustus 2025.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan PJJ ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi keamanan.
“Kita juga akan terus mencermati perkembangan dari hari ke harinya, dan kita juga akan terus mengkoordinasikan dengan para kepala sekolah untuk senantiasa mencermati,” katanya.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke China, Temui Presiden Xi
Selain itu, Disdik juga menyiapkan surat edaran yang memuat tujuh poin imbauan bagi sekolah. Poin-poin tersebut antara lain memastikan seluruh siswa tetap mengikuti proses belajar mengajar, melarang siswa untuk ikut dalam aksi unjuk rasa, serta mengoptimalkan kegiatan positif seperti OSIS, musyawarah, dan ekstrakurikuler.
“Kita tetap melibatkan orang tua wali, peserta didik, untuk mendampingi mengawasi peserta didik dan tidak melakukan kegiatan di luar kegiatan sekolah,” tambah Asep.
Ia berharap, dinamika unjuk rasa yang sedang berlangsung tidak memberikan dampak negatif pada dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
“Jangan sampai adanya demonstrasi ini seolah membuat rasa takut, mencekam terhadap anak-anak SD, SMP, dan lain sebagainya. Tapi, bagaimana kita memberikan pembelajaran kepada anak-anak, terutama di masa usia sekolah,” ucapnya.
(Sumber: Antara)