Ribuan Pelajar dan Guru di Yunani Demo, Desak Pemerintah Tingkatkan Anggaran Pendidikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Ilustrasi demo Arsip - Ilustrasi demo (Antara)

Ntvnews.id, Athena - Ribuan pelajar dan guru menggelar aksi demonstrasi di sejumlah kota di Yunani untuk mendesak pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan, memperbaiki fasilitas sekolah, serta mengurangi kepadatan siswa di ruang kelas.

Tuntutan tersebut sejalan dengan gelombang protes yang berlangsung di sejumlah negara Eropa terkait persoalan biaya hidup dan kondisi fasilitas publik.

Dilansir dari Reuters, Jumat, 23 Oktober 2026, kepolisian memperkirakan sekitar 10.000 orang, termasuk siswa sekolah dan mahasiswa, mengikuti aksi damai di pusat Kota Athena dan kawasan sekitarnya. Demonstrasi serupa juga berlangsung di berbagai kota lain di Yunani.

Para demonstran menyatakan dukungan terhadap aksi protes yang meluas di Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya. Gelombang demonstrasi tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya hidup serta kondisi sarana pendidikan yang dinilai belum memadai.

Aksi ini turut menambah tekanan terhadap pemerintahan kanan-tengah yang dipimpin Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis. Pemerintahannya dijadwalkan menghadapi pemilihan umum pada pertengahan 2027, di tengah persoalan ekonomi yang masih membebani masyarakat, mulai dari upah yang stagnan hingga tingginya biaya sewa tempat tinggal dan harga energi.

Di depan gedung parlemen Yunani, para demonstran menyuarakan tuntutan mereka agar pemerintah menjamin akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Gempa Besar Guncang Turki-Yunani

"Dari Yunani hingga Prancis, kami menuntut pendidikan publik yang gratis!" seru para pengunjuk rasa.

Sebelum melakukan pawai pada Rabu, sejumlah pelajar juga mendirikan tenda dan menginap di Lapangan Syntagma, pusat Kota Athena, sebagai bagian dari aksi protes.

Aktivitas sejumlah sekolah negeri dan rumah sakit turut terganggu akibat aksi mogok kerja yang dilakukan sebagian guru sekolah dasar dan dokter. Mereka memprotes persoalan upah serta kekurangan tenaga kerja di sektor pelayanan publik.

Menteri Pendidikan Yunani Sofia Zacharaki mengatakan pemerintah telah mendengar aspirasi yang disampaikan para pelajar. Ia juga mengakui tingginya biaya perumahan menjadi beban bagi banyak keluarga di Yunani.

Menurut Zacharaki, pemerintah tengah menjalankan proyek senilai lebih dari 733 juta euro atau sekitar Rp14,8 triliun untuk membangun asrama mahasiswa baru sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.

Yunani sendiri telah melewati krisis utang yang berlangsung pada periode 2009-2018. Saat itu, kebijakan penghematan anggaran menyebabkan pemotongan gaji dan anggaran pendidikan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh tiga paket bantuan keuangan internasional senilai sekitar 290 miliar euro atau Rp5.855 triliun.

Meski tingkat gaji mengalami peningkatan sejak krisis tersebut, daya beli riil sebagian besar masyarakat Yunani masih termasuk yang terendah di Uni Eropa. Tekanan ekonomi semakin berat akibat inflasi dan kenaikan harga bahan bakar yang dipicu konflik yang melibatkan Iran.

Rata-rata gaji bulanan di Yunani berada di kisaran 1.500 euro atau sekitar Rp30 juta, yang disebut masih setara dengan tingkat pendapatan pada 2009. Pada saat yang sama, banyak anak muda kesulitan mendapatkan tempat tinggal di perkotaan karena harga sewa terus meningkat.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh mahasiswa yang mengikuti demonstrasi di Athena. Salah satunya adalah Georgia Foukidou, 21 tahun, yang mengungkapkan sulitnya memenuhi kebutuhan hidup di tengah mahalnya biaya hunian.

"Bertahan hidup di sini sangat sulit; harga sewa sangat mahal, sementara rumah-rumahnya sangat kecil. Orang tua kami tidak mampu mencukupi kebutuhan untuk membayar sewa, listrik, dan biaya hidup kami di sini," ujar Foukidou.

Demonstrasi di Yunani berlangsung setelah aksi protes selama beberapa hari terjadi di Prancis dan Albania. Di kedua negara tersebut, kemarahan masyarakat terkait kenaikan biaya hidup dan dugaan korupsi memicu bentrokan serta kerusakan properti. Sementara itu, demonstrasi di Yunani dalam beberapa bulan terakhir sebagian besar berlangsung damai.

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, pemerintahan Mitsotakis menyatakan akan mengalokasikan subsidi dan bantuan lainnya untuk membantu rumah tangga serta pelaku usaha menghadapi kenaikan biaya energi. Total dukungan pemerintah itu diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar euro atau Rp20 triliun.

x|close