Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat menyampaikan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan keamanan dan konflik sosial.
Menurut Wahyu, keberadaan personel kepolisian di daerah rawan menjadi salah satu upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam pelaksanaannya, polisi diminta mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis untuk mencegah konflik serta membangun komunikasi dengan masyarakat.
"Jadi memang pada hakikatnya Polisi ini berada di tempat-tempat kerawanan. Jadi polisi itu memang harus hadir di setiap tempat-tempat yang potensi menimbulkan konflik," kata Wahyu di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.
Polri Gelar 419 Operasi Kepolisian
Wahyu menjelaskan, upaya menjaga stabilitas keamanan nasional dilakukan melalui berbagai kegiatan kepolisian. Salah satunya dengan melaksanakan 419 operasi kepolisian di tingkat pusat maupun daerah.
Dari jumlah tersebut, sembilan operasi terpusat dilaksanakan oleh Mabes Polri. Sementara itu, 410 operasi lainnya digelar di wilayah oleh jajaran Polda di seluruh Indonesia.
Menurut Wahyu, berbagai langkah tersebut turut diiringi dengan penurunan angka konflik sosial. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah peristiwa konflik sosial turun sebesar 37,5 persen. Adapun jumlah korban akibat konflik sosial mengalami penurunan hingga 77,1 persen.
"Komitmen Polisi adalah hadir melayani, mengamankan agenda bangsa, dan tanggap bencana bagi masyarakat," ujar Wakapolri.
Selain menggelar operasi kepolisian, Polri berupaya memperluas jangkauan pelayanan hingga tingkat desa dan kelurahan melalui penguatan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Saat ini, terdapat 40.924 personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di seluruh Indonesia. Namun, jumlah tersebut baru menjangkau sekitar 55 persen dari total 83.762 desa di Tanah Air.
Wahyu mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penguatan personel kepolisian di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Ia menyebut Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memiliki visi untuk memperkuat struktur kepolisian di lini terbawah, termasuk dengan menambah personel Bhabinkamtibmas melalui jajaran kepolisian sektor (Polsek).
Wahyu juga menjelaskan, Polsek memiliki peran strategis sebagai pusat pelayanan kepolisian sekaligus garda terdepan dalam merespons kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan personel Bhabinkamtibmas akan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui rekrutmen anggota Polri.
Menurut Wahyu, penguatan personel di tingkat bawah diharapkan dapat memudahkan masyarakat ketika membutuhkan bantuan maupun pelayanan kepolisian.
"Sehingga, ketika itu semua pelayanan-pelayanan masyarakat di level terbawah ini terpenuhi, saya pikir masyarakat akan terlayani dengan baik. Jadi kalau mau cari polisi nggak sulit," tutup Wakapolri.
Wakapolri, Wahyu Hadiningrat (Humas Polri)