Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah berhasil menyelamatkan lebih dari 6,2 juta hektare lahan. Menurut Prabowo, kawasan tersebut memiliki nilai yang diperkirakan mencapai hampir Rp400 triliun.
Lahan yang berhasil diamankan Satgas PKH tersebut antara lain berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal dan sejumlah bentuk pemanfaatan kawasan lainnya.
"Terima kasih Satgas PKH, telah menyelamatkan 6,2 juta Hektare lebih. Saudara-Saudara kalau tidak kalian selamatkan ini hangus ini kekayaan hilang 6 juta, ini nilainya mungkin lebih dari Rp 100 triliun. Lebih dari Rp 100 triliun, berapa? nilainya dihitung hampir Rp 400 triliun. 6,2 juta ini hampir Rp 400 triliun Saudara-Saudara," ungkap Prabowo dalam acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VIII di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Baca Juga: Daftar 259.230 Ribu Hektar yang Disita Satgas PKH
Prabowo mengatakan penyelamatan aset senilai hampir Rp400 triliun tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, dana dengan nilai sebesar itu dapat digunakan untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah dan Puskesmas.
"Kita hilangkan kemiskinan dengan Rp 400 triliun, berapa ribu rumah untuk rakyat, berapa ribu sekolah kita perbaiki, tahun ini dari tahun 2025 sampai sekarang kita perbaiki 70.000 sekolah, anggaran sekitar Rp 90 triliun. Untuk renovasi sekolah sekitar Rp 90 triliun dalam 2 tahun ini? berarti dengan Rp 400 triliun, berapa bisa, seluruh sekolah bisa kita perbaiki. Kita punya sekolah 360 ribu sekolah. Semua sekolah Indonesia, bisa perbaiki semua Puskesmas yang tidak pernah diperbaiki selama 20 tahun," paparnya.
Selain kawasan perkebunan, Satgas PKH juga menguasai kembali lahan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal. Prabowo menyebut luas kawasan tambang ilegal yang telah dikuasai kembali mencapai lebih dari 14 ribu hektare.
"Saudara-Saudara telah menguasai kembali tambang ilegal, seluas 14 ribu (Ha). Tapi dari sekian ribu hektare itu, ada ratusan tambang yang kita kuasai," ujarnya.
Prabowo juga menyinggung penertiban aktivitas penyelundupan timah di Pulau Bangka. Ia menyebut langkah penertiban turut berdampak terhadap kinerja PT Timah.
"Di Pulau Bangka, penyelundupan timah kita mitigasi masih ada yang lolos tapi kita sudah tertibkan dengan keras PT Timah yang selama ini rugi dalam 1 tahun, keuntungan naik 900% dalam 1 tahun," tuturnya.
Selain persoalan pertambangan, Prabowo menyampaikan pemerintah juga terus melakukan penindakan terhadap praktik penyelundupan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
"Saya pantau bea cukai telah berhasil menangkap dan membongkar puluhan peristiwa penyelundupan yang nilainya triliunan," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyaksikan penyerahan denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VIII yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan Wakil Ketua I Pengarah Satgas PKH sekaligus Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, uang yang disetorkan pada kegiatan tersebut mencapai Rp13.241.335.681.910,13. Selain itu, terdapat penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare.
"Hari ini kita menyaksikan hasil nyata dari kerja keras, satgas PKH, yang terdiri dari, tadi disebut 12 institusi bekerja sama dalam rangka, menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara," kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menyebut kegiatan penyerahan hasil kerja Satgas PKH tersebut telah dilakukan sebanyak delapan kali sejak satgas dibentuk pada Januari 2025. Jika diakumulasikan, total uang tunai yang telah diserahkan mencapai sekitar Rp52 triliun.
Prabowo Subianto di Kejaksaan Agung (NTVnews)