Dukung MBG, BGN Siap Jadi Pembeli Utama Hasil Perikanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 19:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penandatangan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menghubungkan produksi perikanan dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penandatangan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menghubungkan produksi perikanan dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Rabu (30/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan komitmen penuh untuk menyerap berbagai hasil perikanan demi mencukupi kebutuhan pasokan protein ikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Kamis (1/10), Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa ikan ditempatkan sebagai salah satu sumber protein utama yang didorong untuk masuk ke dalam daftar menu MBG. Oleh karena itu, pihaknya menyatakan kesiapan untuk bertindak sebagai offtaker atau pihak yang menyerap dan membeli hasil perikanan secara langsung.

"Kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan. Kandungan asupan proteinnya cukup itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan… kami siap menjadi offtaker dan memberlakukan ini ke menu-menu (MBG)," ujar Sudaryono.

Langkah strategis berupa kesiapan penyerapan ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara KKP dan BGN guna menjembatani antara sektor produksi perikanan dengan kebutuhan harian di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penguatan kerja sama tersebut ditandai lewat penandatanganan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya serta Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP bersama pihak BGN.

Melalui kolaborasi ini, Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP bersama BGN akan menyelaraskan perencanaan produksi ikan dengan volume kebutuhan MBG, sekaligus memfasilitasi penyerapan hasil panen perikanan budi daya.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP bertugas mengawal penyaluran produk kelautan dan perikanan bagi kepentingan MBG, yang mencakup pengembangan ragam produk perikanan hingga pembinaan mutu serta standar keamanan pangan.

Guna menjangkau wilayah-wilayah yang letaknya jauh dari sentra produksi, BGN turut mendorong pemanfaatan ikan dalam bentuk segar dingin (chilled), beku (frozen), maupun berbagai produk olahan siap saji yang tetap memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pihak kementeriannya siap memperkuat ketersediaan pasokan protein ikan di kawasan sekitar dapur MBG dengan menyediakan beragam varian komoditas perikanan berkualitas.

(Sumber: Antara)
 
x|close