Karang Taruna Makassar Tolak Rencana Aksi Peringatan Roma Agreement

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 14:56
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhamad Zulkifli. Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhamad Zulkifli.

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhamad Zulkifli, S.T., M.M., menyatakan sikap terhadap rencana aksi yang dikaitkan dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Forum Solidaritas Pelajar serta Mahasiswa West Papua (FSPM-WP) di Makassar menjelang peringatan Roma Agreement 30 September 1962.

Zulkifli mengingatkan agar momentum tersebut tidak berkembang menjadi kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyebut penyampaian aspirasi terkait isu Papua harus dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta menjaga situasi sosial di Kota Makassar.

“Kami menghormati hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat. Namun, Kota Makassar adalah rumah bersama. Jangan sampai kegiatan yang membawa isu politik Papua kemudian mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat lainnya,” ujar Zulkifli, Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, perbedaan pandangan mengenai persoalan politik maupun sejarah Papua semestinya disikapi melalui komunikasi dan dialog. Ia juga mengingatkan kalangan pemuda dan mahasiswa agar tidak terlibat dalam tindakan provokatif yang dapat memicu gesekan antarkelompok.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya agenda yang dikaitkan dengan KNPB untuk memperingati Roma Agreement pada 30 September 2026. Dalam sejumlah pemberitaan, KNPB disebut menyerukan aksi di berbagai wilayah dengan membawa isu politik Papua dan penolakan terhadap Roma Agreement.

Zulkifli mengajak masyarakat Makassar untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memunculkan ketegangan. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan ketertiban di tengah keberagaman masyarakat.

Baca Juga: Presenter TVRI Papua Ternyata Dibunuh, Pelakunya 2 Orang

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Makassar untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, keamanan dan ketertiban dan menjaga NKRI dari kelompok yang mendukung separatis. Kita harus tolak supaya Kota Makassar aman dan damai,” katanya.

Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat penegak hukum. Organisasi kepemudaan, mahasiswa, tokoh masyarakat serta warga juga dinilai memiliki peran dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Karang Taruna Kota Makassar, kata Zulkifli, siap ikut mengambil bagian dalam menjaga suasana kota melalui pendekatan persatuan, komunikasi dan kepedulian sosial.

Ia berharap peringatan 30 September tidak menjadi momentum yang memicu pertentangan terbuka di tengah masyarakat. Seluruh pihak diharapkan tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat sepanjang dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Keamanan dan kedamaian Kota Makassar merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

x|close