Ntvnews.id, Jakarta - Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) menerima pelimpahan perkara dugaan tindak pidana dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan penanganan perkara tersebut dialihkan dari Polda Kalimantan Selatan kepada Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri.
Pelimpahan itu, menurut Johnny, merupakan bagian dari kelanjutan penanganan perkara yang sejak awal dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
"Polri sejak awal turut memberikan asistensi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi, identifikasi korban, hingga proses penegakan hukum," katanya.
Baca Juga: Operasi SAR Hari ke-13: 10 Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan
Johnny menjelaskan Polri bersama Basarnas, TNI, dan pihak terkait lainnya telah melakukan berbagai langkah penanganan secara terpadu. Dukungan tersebut mencakup operasi SAR, evakuasi, pelayanan bagi korban dan keluarga korban, serta proses penyelidikan dan penyidikan.
"Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan," ujarnya.
Sebelum perkara dilimpahkan, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan telah memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap nakhoda, anak buah kapal (ABK) yang selamat, serta pihak-pihak lainnya.
"Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," jelasnya.
Baca Juga: Basarnas Perpanjang Operasi Pencarian KM Virgo Transport 8 Selama 7 Hari
Di sisi lain, operasi SAR untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Hingga Senin, 28 September 2026, sebanyak 174 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, 66 orang meninggal dunia, sedangkan 69 orang lainnya masih dalam pencarian.
Polri turut mendukung pencarian dan penanganan korban dengan mengerahkan unsur kapal dan udara serta Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Tim DVI bekerja bersama unsur terkait untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia. Proses tersebut dilakukan dengan mencocokkan data ante-mortem yang diperoleh dari keluarga dengan data post-mortem korban.
Johnny mengatakan penanganan korban dan keluarga menjadi perhatian seluruh unsur yang terlibat. Polri juga menyampaikan empati dan belasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan dukungan tetap diberikan selama proses pencarian dan identifikasi.
“Kami memahami bahwa keluarga membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan," ucapnya.
Selain proses kemanusiaan, penanganan hukum terhadap kecelakaan tersebut juga tetap berjalan. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan pencarian di sejumlah wilayah perairan serta pesisir yang masuk dalam area operasi.
Sementara itu, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri melanjutkan proses hukum untuk mendalami fakta serta alat bukti yang berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
"Seluruh unsur terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing dalam satu upaya penanganan terpadu. Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Johnny.
(Sumber: Antara)
Tim SAR gabungan mengevakuasi lima jasad yang baru ditemukan dari dalam badan kapal yang tenggelam dinaikkan ke KRI Gusti Ngurah Rai dan KN SAR Purworejo sebelum diterbangkan menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas dan HS 1331 TNI AL pada operasi SAR hari ke-16 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa, Senin, 28 September 2026. (Antara)