Ntvnews.id, Jakarta -Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaporkan bahwa empat orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam insiden kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9).
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa kelompok bersenjata tersebut diduga merupakan bagian dari OPM Kodap VIII/Intan Jaya di bawah pimpinan Daniel Aibon Kogoya.
Berdasarkan kronologi, kontak senjata ini bermula ketika personel TNI memperoleh informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Balamai Atas. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Satgas Koops TNI Habema bergerak melakukan penelusuran guna mengamankan wilayah sekaligus memberikan pelindungan bagi masyarakat setempat.
Setibanya personel TNI di lokasi sasaran, kontak tembak dengan kelompok bersenjata tidak dapat dihindarkan.
Dalam pertempuran tersebut, TNI mengonfirmasi empat anggota OPM tewas tertembak. "Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung," ujar Riyanto.
Selain melumpuhkan empat anggota kelompok bersenjata, aparat TNI turut menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang-barang tersebut meliputi satu pucuk senjata api laras panjang jenis SS2 V1, satu pucuk senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi berupa telepon seluler, serta berbagai perlengkapan lapangan lainnya.
Panglima Koops TNI Habema menegaskan bahwa pihak militer akan terus mengintensifkan pengamanan demi melindungi masyarakat dari segala bentuk ancaman kelompok bersenjata, termasuk mengambil tindakan tegas serta terukur di lapangan.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang," pungkasnya.
Personel Koops TNI Habema menunjukkan senjata yang disita usai terlibat kontak senjata dengan OPM di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). (Antara)