KSAL Ungkap Alasan Italia Hibahkan Kapal Induk ke Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 14:49
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) berbincang dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (tengah) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) usai upacara penurunan Bendera Italia di dek penerbangan Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-500, Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 24 September 2026. Penurunan Bendera Italia tersebut merupakan rangkaian dari acara serah terima Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-500 dari AL Italia kepada TNI AL dan berubah nama menjadi KRI Sriwijaya-100. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) berbincang dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (tengah) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) usai upacara penurunan Bendera Italia di dek penerbangan Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-500, Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 24 September 2026. Penurunan Bendera Italia tersebut merupakan rangkaian dari acara serah terima Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-500 dari AL Italia kepada TNI AL dan berubah nama menjadi KRI Sriwijaya-100. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkap alasan Pemerintah Italia menghibahkan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia yang kini berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100.

Menurut Ali, hubungan yang terjalin baik antara Indonesia dan Italia menjadi salah satu pertimbangan hingga kapal induk tersebut diberikan kepada Indonesia.

"Italia menganggap kita mempunyai hubungan yang sangat baik dan emosionalnya cukup kuat, akhirnya dihibahkan lah kapal induk ini untuk Indonesia," kata Ali usai mengikuti upacara pemberian nama kapal induk dan pengibaran bendera Merah Putih di atas kapal induk tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 24 September 2026.

Ali menjelaskan hubungan erat kedua negara tersebut didukung oleh berbagai bentuk kerja sama yang telah berlangsung antara TNI dan militer Italia.

Kerja sama itu mencakup kegiatan diplomasi hingga latihan militer bersama. Selain itu, Kementerian Pertahanan RI juga telah menggunakan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Italia.

"Kita juga telah banyak menggunakan produk-produk Italia ya, helikopter dan kapal Fregat yang lalu," kata Ali.

Baca Juga: KRI Sriwijaya-100, Simbol Harapan Kembalikan Kejayaan Maritim Nusantara

Menurut Ali, rangkaian kerja sama tersebut turut memberikan manfaat bagi pengembangan industri pertahanan (indhan) dalam negeri.

Salah satu bentuk kerja sama yang disebutkannya adalah kolaborasi PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia dengan perusahaan Italia, Fincantieri, dalam melakukan pembaruan teknologi pada KRI Sriwijaya-100.

Kerja sama tersebut memberikan peluang bagi industri pertahanan Indonesia untuk memperoleh transfer of technology (ToT) dari Italia. Dengan begitu, kemampuan dan kualitas produk industri pertahanan dalam negeri diharapkan dapat semakin berkembang.

Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa Indonesia menerima kapal induk tersebut melalui hibah dari Pemerintah Italia.

Kapal yang diproduksi oleh galangan kapal Fincantieri tersebut sebelumnya digunakan untuk memperkuat armada Angkatan Laut Italia.

Rico menjelaskan pemberian kapal secara hibah bukan berarti Indonesia sama sekali tidak mengeluarkan anggaran. Pemerintah tetap menyiapkan biaya untuk melakukan penyesuaian kapal agar dapat digunakan sesuai kebutuhan TNI AL.

Baca Juga: Mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto Meninggal Dunia

"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico.

(Sumber: Antara)

x|close