BMKG: El Nino Bikin Musim Hujan Mundur, Puncaknya Desember 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa musim hujan di Indonesia tahun ini diperkirakan mengalami keterlambatan akibat fenomena El Nino.

"Terkait datangnya musim hujan, karena ini juga salah satu upaya harapan kita gitu agar musim hujan segera datang, tapi karena El Nino sekarang posisinya sangat kuat, fasenya, sehingga musim hujan di Indonesia itu akan sedikit mundur," kata Teuku di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Menurut Teuku, sejumlah wilayah yang saat ini menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, daerah lainnya diprediksi baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.

"Dan puncaknya nanti musim hujan di Desember, Januari, Februari," ucap dia.

Baca Juga: BMKG: Sejumlah Wilayah Jateng Mulai Masuk Fase Transisi Musim

Meski demikian, Teuku mengingatkan adanya karakteristik musim hujan 2026-2027 yang perlu diwaspadai. Menurutnya, curah hujan secara umum diperkirakan berada pada kondisi normal, tetapi periode hujan akan berlangsung dalam durasi yang lebih singkat.

"Cuma ada satu hal yang kita khawatirkan saat ini, karena sifat hujannya untuk musim hujan 2026-2027 ini adalah normal, tapi durasinya lebih pendek," kata Teuku.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi basah. Hujan dengan intensitas yang berlangsung dalam periode lebih singkat dikhawatirkan memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah.

"Sehingga, kita khawatirkan terkait dengan peningkatan dari bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor nantinya," imbuh dia.

x|close