Zelensky Tuduh Putin Libatkan Warga dari 47 Negara dalam Perang Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 11:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Anadolu Ajans? (aa.com.tr))

Ntvnews.id, New York - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Presiden Rusia Vladimir Putin melibatkan kombatan dari 47 negara dalam perang yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, Rabu, 23 September saktu setempat, Zelensky mengatakan Putin terus mencari pihak yang dapat membantu Rusia dalam melancarkan peperangan dan memperluas wilayah yang dikuasainya.

"Putin selalu mencari pihak yang membantunya membunuh lebih banyak orang demi setiap kilometer wilayah, merebut lebih banyak wilayah, dan mencaplok negara lain alih-alih sekadar berhenti dan mengurus negaranya sendiri," kata Zelensky.

"Kami tahu bahwa Rusia menggunakan warga dari 74 negara dalam perangnya seperti Ghana, Nepal, dan India yang terjebak dalam konflik tersebut," imbuhnya, seperti dikutip AFP.

Zelensky juga memperingatkan bahwa pasukan Ukraina dalam waktu dekat akan menyasar fasilitas pemanas dan energi di Rusia. Infrastruktur tersebut dinilai penting terutama ketika wilayah Rusia menghadapi suhu musim dingin yang sangat rendah.

Sebelumnya, Rusia juga diketahui telah menyerang infrastruktur pemanas dan fasilitas bahan bakar sipil di Ukraina sejak perang dimulai.

Baca Juga: Moskow Diserang 1.600 Drone Ukraina, Rusia Janji Balas Kyiv

"Rakyat Ukraina memahami bahwa musim dingin ini bisa jadi sangat berat bagi kami. Namun sebagai tanggapannya, kami tidak punya pilihan selain membuatnya terasa menyakitkan bagi Rusia juga," ujar Zelensky.

Pernyataan tegas Zelensky tersebut disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa Washington tengah mendorong Rusia dan Ukraina untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.

Selain itu, Zelensky menegaskan bahwa sasaran Ukraina bukan semata-mata menghancurkan persediaan bensin dan solar Rusia. Menurutnya, serangan tersebut diarahkan untuk memangkas salah satu sumber pemasukan utama yang menopang mesin perang Rusia.

"Ketika pihak lain memberi lebih banyak uang ke Rusia lewat perdagangan, mereka memberikan lebih banyak waktu bagi perang ini. Itulah sebabnya kami bersikeras membatasi perdagangan dengan pihak agresor, dan mengapa kami sendiri yang melenyapkan pendapatan Rusia," kata dia.

"Semakin lama Putin mampu mengobarkan perang, semakin banyak pula kejahatan yang akan ia tinggalkan di dunia ini," imbuh Zelensky.

x|close