Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan kerja sama lintas daerah dan sektor untuk mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
AHY menilai pembangunan kewilayahan tak bisa dilakukan secara parsial. Sejumlah persoalan justru membutuhkan sinergi antardaerah karena dampak maupun kebutuhan pembangunan kerap melampaui batas administratif.
Menurutnya, pengembangan kawasan metropolitan dan aglomerasi perlu dirancang secara terintegrasi dengan memperhatikan kebijakan tata ruang serta ekosistem spasial nasional.
Di saat yang sama, sinkronisasi antara proyek strategis nasional dengan agenda pembangunan daerah juga perlu diperkuat. Hal tersebut penting agar program pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah dapat saling terhubung dan memberikan manfaat yang lebih besar.
"Jangan terpisah, nanti tidak nyambung, menjadi mahal, menjadi tidak berdampak," katanya, dikutip Kamis, 17 September 2026.
AHY juga menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Perbedaan tersebut, menurut dia, dapat menjadi kekuatan apabila dikembangkan melalui kerja sama yang saling melengkapi.
Ia mencontohkan kawasan Pawitandirogo, yang meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo. Kelima daerah tersebut memiliki potensi masing-masing yang dapat dikembangkan secara bersama untuk menciptakan manfaat ekonomi dan pembangunan yang lebih luas.
"Kalau dikemas dengan baik, dan kerja sama antar daerah ini bisa dikembangkan, saya rasa akan menguntungkan semuanya," ujarnya.
AHY menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia menyebut dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, hingga media juga memiliki peran penting dalam mendukung proses pembangunan.
Kolaborasi berbagai pihak dinilai dapat memperbesar sumber daya yang tersedia sekaligus memperluas dampak dari program pembangunan.
"Kolaborasi itu bisa melipatgandakan sumber daya yang kita miliki. Sedangkan kepemimpinan bisa melipatgandakan dampak yang kita hadirkan," ujarnya.
Karena itu, pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung juga perlu semakin diperkuat. Ia mendorong Community Based Development Approach atau pendekatan pembangunan berbasis komunitas sebagai salah satu arah pembangunan ke depan.
"Ini adalah mainstream pembangunan bangsa ke depan. Berbasis komunitas," tutup AHY.
AHY (Kemenkoinfra)