Pramono Dukung Program Bela Negara Kemenhan dan Polda untuk Pelajar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 14:09
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendukung program pembekalan bela negara bagi sejumlah pelajar yang sebelumnya terjaring dalam aksi pembekuan pada 27 Agustus 2026.

Menurutnya, program tersebut bisa menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan kepedulian pelajar terhadap bangsa dan negara.

"Dan ini adalah program bela negara. Menurut saya, program ini menjadi baik karena apa? Untuk membuat khususnya para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi terhadap negaranya sendiri," ujarnya di Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program bela negara tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan bersama Polda Metro Jaya.

Oleh karena itu, Pramono meminta keterangan lebih detail mengenai bentuk pendidikan dan pelatihan tersebut diminta langsung kepada instansi penyelenggara.

Sehingga dengan demikian kalau mengenai program detailnya, karena yang melakukan ini adalah Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya, mohon dimintai keterangan pada instansi yang melakukan Pendidikan, ungkapnya.

Situasi depan DPR RI pagi ini jelang demo 27 Agustus 2026 <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Situasi depan DPR RI pagi ini jelang demo 27 Agustus 2026 (Ntvnews.id/Adiansyah)

Pramono juga menyebut, program pembekalan bela negara tidak hanya diikuti oleh pelajar dari Jakarta. Sejumlah daerah di sekitar Jakarta juga mengirimkan peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Memang Jakarta juga ikut mengirimkan dari Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, dan lain sebagainya. Dari Jakarta sendiri yang diberangkatkan awalnya 29, tapi yang mengikuti program itu 27, katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Nahdiana mengatakan sebanyak 29 pelajar asal Jakarta mengikuti pembekalan bela negara di sebuah barak di kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Para pelajar itu adalah anak-anak di bawah umur yang sebelumnya terjaring oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA-PPO) Polda Metro Jaya saat aksi penembakan pada 27 Agustus 2026.

x|close