Makan Bersama Siswa, BGN Minta Guru Jadi Teladan Edukasi Gizi MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 12:14
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Dua siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran MBG tahun 2027 sebesar Rp240,2 triliun untuk menjangkau 72,4 juta penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah usia PAUD hingga SMA, ibu hamil dan menyusui, serta balita. Dua siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran MBG tahun 2027 sebesar Rp240,2 triliun untuk menjangkau 72,4 juta penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah usia PAUD hingga SMA, ibu hamil dan menyusui, serta balita. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong para guru untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Langkah ini dilakukan dengan mengajak guru makan bersama siswa sekaligus memberikan edukasi secara langsung mengenai pola gizi seimbang.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa kehadiran guru di meja makan bukan sebatas penerima manfaat program. Kehadiran mereka memegang peran sentral sebagai teladan dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada diri peserta didik.

"Guru dapat memberikan contoh secara langsung tentang bagaimana menikmati makanan bergizi, mengenali komposisi makanan, menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan, serta membangun kebiasaan makan yang baik," ujar sosok yang akrab disapa Hida tersebut di Jakarta, Selasa (8/9).

Ia menerangkan bahwa Program MBG dirancang tak sekadar menyuplai makanan, melainkan juga momentum menanamkan pemahaman kebersihan, kedisiplinan, gizi seimbang, hingga pembentukan karakter positif harian.
 

"Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan guru di dalam kelas, melainkan juga dari apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari, oleh karena itu, guru dapat menjadi pendidik pertama dalam implementasi Program MBG di sekolah," katanya.

Sebagai lapisan pengawas terakhir di lapangan, guru turut berperan memastikan keamanan makanan yang disantap siswa sekaligus menciptakan suasana makan yang positif. Saat makan berlangsung, guru dapat mengenali komponen hidangan mulai dari karbohidrat, protein, sayur, hingga buah sambil memaparkan manfaatnya bagi tubuh.

"Yang ingin kita bangun adalah kebiasaan. Anak-anak tidak hanya tahu bahwa makanan itu bergizi, tetapi memahami mengapa mereka perlu mengkonsumsi makanan tersebut dan bagaimana membiasakan pola makan yang sehat. Guru memiliki peran penting untuk membantu proses itu menjadi bagian dari keseharian siswa," tuturnya.

Di sisi lain, BGN menegaskan keterlibatan ini merupakan bagian dari fungsi pendidikan dan bukan beban tugas tambahan. Guru tetap berfokus pada peran edukatifnya, sementara urusan teknis maupun administratif MBG diselesaikan melalui mekanisme khusus yang telah diatur.
 

Melalui pendekatan edukatif ini, BGN berharap MBG mampu memberikan dampak yang lebih luas. Santapan yang diterima siswa tidak cuma mengenyangkan dan memenuhi nutrisi tubuh, tetapi juga bertransformasi menjadi media pembelajaran untuk membentuk sikap serta perilaku hidup sehat.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close