Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak guru dan siswa membangun kebiasaan positif selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Kebiasaan tersebut dinilai penting agar kegiatan makan bersama tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga mendukung pembentukan perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto mengatakan terdapat delapan kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kegiatan MBG. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa, 8 September 2026.
Delapan kebiasaan tersebut meliputi mengucapkan salam dan bersyukur, mencuci tangan sebelum makan, mengambil makanan secara tertib, makan bersama, berdoa sebelum serta setelah makan, memperoleh edukasi mengenai gizi dan keamanan pangan, serta membersihkan dan merapikan area setelah makan.
"Pelaksanaan MBG di sekolah bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak. Ada kebiasaan baik yang dapat dibangun melalui proses makan bersama, mulai dari menjaga kebersihan, ketertiban, mengenal gizi dan keamanan pangan, hingga menjaga lingkungan tetap bersih setelah makan," kata Mariman.
Baca Juga: BGN Dorong 8 Kebiasaan Baik Guru dan Siswa saat Konsumsi MBG di Sekolah
Menurut dia, seluruh kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara berurutan dan terus-menerus dalam setiap kegiatan makan bersama. Dengan cara itu, siswa diharapkan terbiasa menerapkan perilaku positif dalam kesehariannya.
"Delapan kebiasaan ini diharapkan menjadi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, kegiatan makan bersama tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan perilaku positif dan pola hidup sehat pada anak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menilai keterlibatan guru sangat diperlukan dalam penerapan kebiasaan tersebut. Guru tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga dapat menjadi contoh sekaligus memberikan edukasi kepada siswa.
Ia mengatakan kesempatan guru untuk memberikan teladan secara langsung dapat membantu siswa memahami dan menerapkan kebiasaan yang diperoleh selama kegiatan MBG dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: BGN Dorong Petugas SPPG Utamakan Kepedulian dalam Menjalankan Program MBG
"Penerapan delapan kebiasaan baik tersebut tentunya harus ada peran penting dari guru sebagai edukator karena dapat memberikan contoh dan membangun kebiasaan baik secara langsung kepada siswa," kata Hida.
Hida menambahkan, pendampingan guru dapat dilakukan selama kegiatan makan berlangsung. Guru dapat memastikan siswa mencuci tangan sebelum makan, mengikuti proses makan dengan tertib, hingga membersihkan dan merapikan lingkungan setelah selesai makan.
Melalui penerapan kebiasaan tersebut, program MBG diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kegiatan makan bersama juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, kepedulian terhadap kebersihan, serta pemahaman mengenai gizi dan keamanan pangan.
(Sumber: Antara)
Guru membagikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di SDN Pejaten Barat 01, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 4 September 2026. Kementerian Keuangan mencatat realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp1.298,6 triliun atau tumbuh 29,4 persen secara tahunan, yang antara lain didorong pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13, manfaat pensiun, subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. (Antara)