Pemprov DKI Gelar JITEX 2026, Targetkan Transaksi Rp16 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 14:23
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo (Pemprov DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong geliat ekonomi ibu kota melalui penyelenggaraan Jakarta International Investment, Tourism, Trade and SMEs Expo (JITEX) 2026. Tahun ini, ajang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, hingga pembeli tersebut membidik potensi transaksi dan investasi mencapai Rp16 triliun.

JITEX 2026 akan berlangsung pada 16-19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai dari pameran produk unggulan, business matching, forum investasi dan bisnis, hingga agenda penandatanganan kerja sama antara pelaku usaha, pemasok, pembeli, serta investor.

Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) sekaligus Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah mengatakan target Rp16 triliun berasal dari potensi perdagangan dan investasi yang diharapkan tercipta selama penyelenggaraan JITEX 2026.

"Targetnya kita kira-kira Rp16 triliun tahun ini. Itu dari investasi yang kita harapkan bisa kita potensi," kata Budi dalam konferensi pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Baca Juga: Transaksi JITEX 2025 Tembus Rp14,3 Triliun

Menurut Budi, JITEX bukan sekadar ajang pameran. Event tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi produk-produk lokal Jakarta untuk memperluas pasar, termasuk produk yang dihasilkan pelaku usaha binaan Jakpreneur.

Melalui jaringan ATTEC dan HIPPINDO, produk UMKM Jakarta berpeluang masuk ke berbagai kanal perdagangan, mulai dari ritel modern, restoran, hingga industri makanan dan minuman. Selain memperluas pasar produk lokal, JITEX 2026 juga menjadi momentum untuk menarik investasi asing.

Sebelumnya, sejumlah penjajakan investasi telah dilakukan melalui investment forum di Guangzhou dan Shenzhen, China. Hasil dari pertemuan tersebut kemudian diarahkan untuk dipertemukan dengan pelaku usaha dan calon mitra bisnis di Indonesia melalui JITEX.

Budi berharap para calon investor dari luar negeri tidak hanya tertarik mendirikan perusahaan dan menjalankan bisnis di Indonesia, tetapi juga membuka peluang pembelian produk lokal.

Budi juga menilai karakter Jakarta sebagai kota yang memiliki aktivitas ekonomi sangat besar membuat pertumbuhan ekonomi di ibu kota berpotensi memberikan efek berantai terhadap daerah lainnya.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengatakan JITEX 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Menariknya, tahun ini JITEX untuk pertama kalinya digelar oleh asosiasi usaha tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga: Airlangga Target Transaksi Harbolnas 2026 Tembus Rp40 Triliun

Menurut Yustinus, pola tersebut menunjukkan bahwa pengembangan aktivitas ekonomi dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

Ia menilai keberhasilan sebuah kegiatan juga seharusnya tidak hanya dilihat dari banyaknya event yang digelar, tetapi dari dampak ekonomi yang dihasilkan.

"Kami rasa akan menjadi hal yang sangat bagus jika kita menghitung kegiatan bukan dari jumlah event-nya saja, tapi kita bisa mengukur dampaknya sekaligus menjadikan ini sebagai batu uji untuk memperkuat kolaborasi," jelas Yustinus yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Yustinus menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,52 persen pada triwulan II 2026 menjadi salah satu indikator kuatnya aktivitas ekonomi ibu kota.

Jakarta juga memiliki kontribusi sebesar 16,32 persen terhadap perekonomian nasional. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 18,24 persen.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menambahkan bahwa JITEX 2026 juga menjadi kesempatan penting bagi UMKM Jakarta untuk mengenali tren dan kebutuhan pasar internasional.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami selera konsumen global agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Kita ingin UMKM bisa melihat kebiasaan dari global, seperti apa produk-produk yang diinginkan dan diproduksi di Indonesia, khususnya Jakarta," jelasnya.

HIGHLIGHT

x|close