Prabowo Ajak Warga Ikut Sensus Ekonomi 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 17:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar pemerintah memperoleh data yang akurat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan anggaran negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, Badan Pusat Statistik (BPS) akan menurunkan sekitar 251.000 petugas sensus yang tersebar hingga ke berbagai desa di seluruh Indonesia.

"Saya minta agar saudara-saudara sekalian yang mendengarkan saya pada siang hari ini, saya minta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% pada 2027

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat wawancara khusus di Nusantara TV terkait Pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.   <b>(TV Parlemen)</b> Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat wawancara khusus di Nusantara TV terkait Pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Prabowo juga memastikan informasi yang dihimpun BPS melalui Sensus Ekonomi tidak akan dimanfaatkan untuk mengejar atau mengusut kekayaan maupun pendapatan pribadi masyarakat.

Sebaliknya, data tersebut akan digunakan pemerintah untuk meningkatkan ketepatan dalam menentukan kebijakan serta mengalokasikan anggaran negara.

"Data dari Sensus Ekonomi akan digunakan untuk kita bisa lebih tepat menyusun kebijakan dan anggaran," paparnya.

Prabowo memberikan gambaran mengenai pentingnya data ekonomi dalam penyusunan APBN. Dalam RAPBN 2027, pemerintah memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp27.987 triliun.

Dengan rencana pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun, defisit APBN diproyeksikan berada di level 2,40% terhadap PDB.

"Jika ternyata PDB kita lebih besar, maka defisit kita lebih kecil," paparnya.

HIGHLIGHT

x|close