Dukung Penanganan Sampah, Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak Jakut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 20:53
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak Jakut Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak Jakut (Bank Jakarta)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Jakarta mengambil langkah konkret dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Ibu Kota. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bank Jakarta akan membangun biodigester komunal berbasis sampah organik di dua lokasi Jakarta Utara.

Dua lokasi tersebut berada di Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara. Program ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking di Rusunawa Rorotan pada Senin, 10 Agustus 2026.

Peletakan batu pertama dilakukan Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.

Dorong Pengolahan Sampah Organik Jadi Energi

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan bahwa pembangunan biodigester komunal merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam membantu pemerintah menangani persoalan sampah, khususnya sampah organik.

Melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diproses menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan. Selain itu, proses tersebut menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Baca Juga: Pramono Apresiasi Sinergi Bank Jakarta-Persija, Berharap Juara di Usia 500 Tahun Jakarta

"Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," kata Agus.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif.

Secara teknis, masing-masing unit biodigester dirancang mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit yang dibangun di Jakarta Utara, total kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram sampah organik setiap hari.

Dari proses tersebut, biodigester diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Selain menghasilkan energi terbarukan, teknologi ini juga diperkirakan mampu menekan emisi gas rumah kaca.

Berdasarkan kajian teknis, kedua unit biodigester diproyeksikan dapat mengurangi emisi sekitar 423 kilogram CO2e per hari, atau setara dengan sekitar 154,4 ton CO2e per tahun.

Program biodigester tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026. Fokusnya mencakup pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pemanfaatan energi terbarukan.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kesinambungan program dan kerja sama lintas sektor.

"Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," ucap Arie.

Baca Juga: Bank Jakarta Suntik Semangat Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

Pembangunan biodigester di Rorotan dan Rawa Badak bukan merupakan langkah pertama Bank Jakarta dalam mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan.

Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi Biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.

Pengalaman tersebut menjadi pijakan Bank Jakarta untuk memperluas pemanfaatan biodigester di wilayah lainnya.

"Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.

Melalui pembangunan biodigester komunal, Bank Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta berharap pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dapat semakin kuat.

Sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan diolah menjadi sumber energi sekaligus menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan kembali.

Program ini juga mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sebagai bagian dari ekosistem keuangan Jakarta, Bank Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan kota melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan.

HIGHLIGHT

x|close