Ntvnews.id, Jakarta - Misteri kasus pembunuhan tragis yang menimpa satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, terus didalami oleh jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sembilan orang saksi demi mengusut tuntas peristiwa berdarah tersebut.
Tragedi mengerikan yang terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026 malam itu merenggut tiga nyawa sekaligus. Di lokasi kejadian, korban berinisial J ditemukan bersimbah darah akibat luka tusuk parah di bagian perut, sementara anaknya, R, ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam salah satu kamar rumah.
Istri J, berinisial NH (23), sempat ditemukan warga dalam kondisi kritis berlumuran darah. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, setelah berjuang selama 10 hari, nyawa NH tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Guna memperkuat proses penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti pendukung, penyidik kepolisian tercatat telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak tiga kali.
AKP Ismail Boby mengungkapkan bahwa identitas dan indikasi terduga pelaku kini telah mengarah. Tim gabungan dari Unit Jatanras Polresta Palu bersama Polsek Palu Selatan saat ini tengah dikerahkan untuk melakukan perburuan di lapangan
Baca juga: Pemimpin Sel Kartel CJNG Ditangkap Terkait Pembunuhan Wali Kota Uruapan
"Terkait motif pembunuhan belum bisa dipastikan. Saat ini proses pengejaran terus dilakukan. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap," ujarnya.
Selain memburu pelaku, penyidik masih terus mendalami rangkaian kronologi dan memeriksa saksi-saksi tambahan untuk merangkai konstruksi perkara secara utuh. Kepolisian juga menegaskan komitmennya dalam menangani kasus ini secara serius dan transparan.
"Kami minta masyarakat bersabar dan tidak perlu ragu terhadap langkah-langkah kepolisian dalam menangani perkara ini. Setiap perkembangan akan terus kami informasikan kepada masyarakat, sebagai wujud profesionalisme kinerja kami," tutur Ismail.
Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby. (Antara)