Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kembali memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum berencana untuk melakukan perombakan susunan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.
Hal ini dinyatakan Prasetyo, saat ia ditanyai ihwal nama pengganti Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas) pascapejabat sebelumnya, Silmy Karim, terjerat dugaan korupsi. Serta Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) setelah Sudaryono dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Belum, belum. Sampai hari ini belum ada rencana untuk adanya reshuffle," ujar Prasetyo, dalam jumpa pers usai rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Baca Juga: Pramono Targetkan 100 Persen Sampah Jakarta Terkelola pada 2028
Prasetyo mengatakan, apabila pun ada rencana reshuffle, Presiden akan memprioritaskan pengisian jabatan yang saat ini masih kosong.
Diketahui, kursi Wamenimipas belum terisi sejak Silmy Karim ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan pemerasan pada Juni 2026 lalu.
Sementara, Sudaryono diangkat menjadi pucuk pimpinan BGN pada akhir Juli 2026 menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri.
Setelah dilantik, Sudaryono memastikan dirinya melepaskan jabatan Wamentan agar tidak terjadi rangkap jabatan. Hingga kini, belum ada nama baru yang mengisi jabatan itu.
Sebelumnya, Prasetyo telah menegaskan bahwa Presiden belum berencana melakukan perombakan Kabinet Merah Putih, meski evaluasi kinerja para menteri terus berjalan.
Di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026, Prasetyo mengatakan proses evaluasi dan pengawasan terhadap jajaran kabinet dilakukan secara rutin untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai target.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kementerian Sekretariat Negara RI, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Antara)