Otorita IKN Ungkap 67 Investor Swasta Sudah Investasi Rp74,54 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 16:22
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (kiri) mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan penanaman pohon di kawasan ibu kota baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupeten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kapala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (kiri) mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan penanaman pohon di kawasan ibu kota baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupeten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat sebanyak 67 investor swasta telah menyetorkan investasi dengan total estimasi mencapai Rp74,54 triliun untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan capaian investasi tersebut di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran bupati dan wali kota se-Jawa Tengah saat membahas potensi kolaborasi dan peluang investasi daerah di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat, 7 Agustus 2026.

"Hingga saat ini, estimasi investasi swasta yang telah masuk IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor," ujar Basuki.

Basuki menerangkan bahwa skema pembiayaan pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada dana swasta murni, melainkan disokong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hibah, serta skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Hingga saat ini, akumulasi nilai proyek yang berjalan melalui skema KPBU telah menyentuh angka sekitar Rp134,22 triliun.
 

Guna memperkuat ekosistem IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan, Otorita IKN secara terbuka mengajak pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk saling bersinergi. Peluang kerja sama yang ditawarkan tidak terbatas pada investasi modal murni, tetapi juga mencakup rantai pasok barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Investor yang masuk selalu dilayani, apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nanti akan ada insentif fiskal," jelas Basuki.
 

Merespons tawaran tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif potensi kerja sama lintas daerah ini. Luthfi menyebut bahwa model pembangunan di Jawa Tengah selama ini memang mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan.
 
"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat memperkuat sinergi dalam mendorong investasi, memperluas peluang kerja sama antardaerah, serta menciptakan manfaat ekonomi yang saling mendukung bagi pembangunan IKN dan daerah," tutur Luthfi.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close