PT Lokta Karya Perbakin: 995 Airsoft Gun di Sekolah untuk Ekskul Menembak dan Panahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 12:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Sekolah dengan temuan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno hingga barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. Sekolah dengan temuan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno hingga barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, menjelaskan ratusan senjata yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan perlengkapan legal yang disiapkan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan.

"Itu senjatanya legal. Itu bukan senjata sebetulnya, airsoft buat olahraga, buat ekskul menembak dan panahan di sekolah itu," kata Alhadid Endar Putra kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Alhadid diketahui merupakan kuasa hukum mantan Ketua Yayasan sekolah swasta berinisial IWD yang diduga menyimpan ratusan senjata tersebut.

Dia menjelaskan, 995 pucuk senjata yang ditemukan di dalam ruangan sekolah memiliki izin resmi berdasarkan Surat Izin SI/5483-XII/2008 yang diterbitkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas nama PT Lokta Karya Perbakin.

Baca JugaPT Lokta Karya Perbakin Sebut 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel Berstatus Legal

Menurut Alhadid, perlengkapan tersebut telah berada di lingkungan sekolah sejak 2021 dan keberadaannya diketahui oleh pembina yayasan.

Ia menuturkan, airsoft gun tersebut semula dipersiapkan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler sekaligus kebutuhan menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan South East Asia Shooting Association (SEASA).

Karena itu, Alhadid mengaku heran persoalan tersebut baru menjadi sorotan sekarang, padahal seluruh perlengkapan telah memiliki izin yang sah.

"Nah, itu semuanya kita ada izinnya dan yang menarik malah sebetulnya ini kenapa baru sekarang ini kok dibesar-besarkan, ya kan? Kita sudah di sana dari tahun 2021 itu buat persiapan ekskul," ucapnya.

Baca JugaIni Kronologi Penemuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel

Ia menambahkan, kegiatan ekstrakurikuler tersebut akhirnya tidak pernah berjalan setelah pembinanya, Jenderal Suryo, meninggal dunia. Akibatnya, airsoft gun yang telah disimpan di lokasi juga tidak lagi digunakan.

"Jadi dulu itu mau dipakai ekskul tapi karena Jenderal Suryo-nya meninggal, ya akhirnya kita enggak jadi ekskul itu," katanya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya penemuan senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dari ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD, polisi menemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD pornografi, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.

Kasus itu bermula dari laporan masyarakat yang diterima kepolisian pada Selasa, 15 Juli 2026. Setelah menerima informasi tersebut, penyidik membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal.

Laporan Polisi Model A itu juga menjadi dasar bagi penyidik untuk melanjutkan proses penyelidikan terhadap temuan tersebut.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close