BRIN Pastikan Data Satelit Lampung-1 Tetap di Bawah Otoritas Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 12:17
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan keamanan data dalam proyek satelit Lampung-1 tetap berada di bawah kendali Indonesia, meski pengembangannya melibatkan kerja sama dengan China.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan kepastian tersebut untuk merespons kekhawatiran publik mengenai potensi kebocoran data dalam proyek satelit hasil kolaborasi Indonesia dan China itu.

"Memang Pemerintah Lampung dan juga berbagai pemegang otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN. BRIN termasuk yang terlibat dalam proses itu, dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya," kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Arif menjelaskan seluruh penyimpanan maupun pengelolaan data yang berkaitan dengan kepentingan Indonesia akan berada di bawah kewenangan BRIN sehingga aspek keamanannya tetap terjaga.

Baca JugaKepala BRIN Sebut Indonesia Sedang Bangun Kapabilitas Teknologi Nasional

"Tetapi yang jelas semua terkait dengan soal penyimpanan data dan lain sebagainya yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoritas. Insyaallah aman," ujarnya.

Selain membahas proyek Lampung-1, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah mempersiapkan peluncuran satelit hasil pengembangan dalam negeri bernama BRIN NEO-1. Satelit tersebut diproduksi di fasilitas BRIN di Bogor dan ditargetkan mulai mengorbit pada awal 2027.

"Nah tetapi yang paling penting lagi kita Insyaallah juga akan launching satelit juga BRIN, BRIN NEO-1 itu produksi BRIN sendiri, pabriknya ada di Bogor. Segera kita akan launching awal 2027," katanya.

Sebelumnya, perusahaan antariksa komersial asal China, STAR.VISION, berhasil meluncurkan satelit Oriental Smart Eye (OSE) Hyperspectral-01 dan Hyperspectral-02 ke orbit yang telah ditentukan menggunakan roket Jielong-3 Y12 dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, China bagian timur, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca Juga150 Peneliti BRIN Temui Prabowo di Istana, Pamerkan Ratusan Produk Inovasi

OSE Hyperspectral-01 merupakan satelit yang dikembangkan melalui kolaborasi STAR.VISION, Universitas Wuhan, serta sejumlah lembaga terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung.

Di Indonesia, satelit tersebut diberi nama Lampung-1 dan digunakan sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan China di bidang penginderaan jauh, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta pengembangan kapasitas teknologi antariksa.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close