Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Austria melalui Kementerian Inovasi, Mobilitas, dan Infrastruktur mengumumkan bahwa aktivitas pengiriman kargo di sepanjang Sungai Danube yang melintasi negara tersebut praktis terhenti akibat menyusutnya debit air secara signifikan. Tidak hanya kargo logistik, lalu lintas pelayaran kapal pesiar pun kini mengalami gangguan dan pembatasan yang amat ketat.
"Pengiriman kargo praktis terhenti, sementara pelayaran kapal pesiar juga sangat dibatasi," tegas pihak Kementerian Inovasi, Mobilitas, dan Infrastruktur Austria dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan data kementerian, ketinggian air di beberapa titik Sungai Danube yang tidak dilengkapi struktur hidraulik telah menyusut hingga 60 sentimeter di bawah rata-rata ketinggian air rendah jangka panjang. Saat ini, kedalaman jalur sungai yang masih bisa dilalui kapal hanya tersisa sekitar dua meter di area Lembah Wachau dan kian dangkal hingga 1,8 meter di sebelah timur Kota Wina.
Baca juga:Debit Air Kali Bekasi Naik Signifikan hingga Sentuh Jembatan, Warga Diminta Waspada Banjir
Meski otoritas setempat belum menerbitkan larangan navigasi secara resmi, dangkalnya alur sungai memaksa kapal kargo memangkas kapasitas muatannya secara drastis. Kondisi ini membuat opsi pengangkutan barang beralih ke angkutan kereta api dan jalur jalan raya yang dinilai jauh lebih menguntungkan secara ekonomi saat ini. Di sisi lain, sejumlah operator pelayaran sungai terpaksa membatasi rute operasional mereka atau membatalkan perjalanan secara total.
Kementerian membandingkan krisis air tahun ini dengan periode air surut ekstrem yang pernah melanda pada 2003 dan 2018. Bedanya, periode surut kali ini datang jauh lebih cepat dari biasanya. Gelombang air surut mendadak ini sudah terjadi sejak awal Agustus, padahal fenomena serupa umumnya baru melanda pada akhir musim panas atau memasuki musim gugur.
Untuk menjaga kelancaran alur navigasi yang tersisa, operasi pengerukan terus digencarkan secara masif bekerja sama dengan operator jalur air pedalaman Austria, Viadonau, berdampingan dengan berbagai langkah teknis lainnya.
Baca juga:Krisis Air Bersih di Tangerang Kian Meluas, BPBD Catat 12 Kecamatan Terdampak
Bencana kekeringan ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang sedang membakar Austria dan sejumlah negara Eropa Tengah. Pada Selasa (4/8/2026), Kota Wina bahkan mencatatkan rekor suhu udara tertinggi sepanjang sejarah ibu kota tersebut setelah termometer menyentuh angka 40,2 derajat Celsius.
Dampak kekeringan Sungai Danube ini meluas hingga ke negara tetangga; penurunan permukaan air serta gelombang panas ekstrem turut mengganggu kelancaran kegiatan pelayaran hingga operasional pembangkit energi di Hungaria dan Rumania.
(Sumber:Antara)
Orang-orang naik perahu di sungai Danube saat terjadi gelombang panas di Wina, Austria, Jumat (19/6/2026). (Antara)