Ntvnews.id, Makassar - Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar berhasil mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang terjebak di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Desa Belae, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Andi Sultan mengatakan seluruh mahasiswa berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan di medan yang cukup terjal.
"Alhamdulillah, seluruh mahasiswa berhasil diselamatkan setelah operasi SAR yang berlangsung di medan terjal," kata Andi Sultan di Makassar, Selasa, 28 Juli 2026.
Keenam mahasiswa tersebut diketahui sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene. Mereka melakukan eksplorasi kawasan Goa Kalibbong Alloa sebagai bagian dari program kerja pengembangan wisata minat khusus.
Baca Juga: Tim SAR Berhasil Evakuasi Tiga Jasad Mahasiswa Unhas yang Tenggelam di Sungai Maros
Kawasan tersebut memiliki bentang alam karst dengan jalur horizontal dan vertikal yang menjadi lokasi eksplorasi para mahasiswa.
Namun, saat perjalanan kembali pada Minggu, 26 Juli 2026 malam, salah seorang mahasiswa mengalami kram kaki. Lima mahasiswa lainnya juga mengalami kelelahan hingga tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Kondisi tersebut kemudian dilaporkan warga setempat kepada Basarnas Makassar.
Mendapat laporan tersebut, Andi Sultan menjelaskan tim penyelamat langsung diberangkatkan pada dini hari dengan membawa perlengkapan evakuasi khusus dan peralatan medis.
Baca Juga: Dua Mahasiswa UnHas Ditemukan Tewas Terseret Arus Sungai Wisata Biseang Labboro
Setelah tiba di lokasi, tim SAR menemukan seluruh mahasiswa dalam kondisi selamat. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena petugas harus melewati tebing terjal setinggi sekitar 25 meter.
Tim melakukan teknik vertical rescue menggunakan sistem tali untuk menurunkan para mahasiswa secara aman dari kawasan tersebut.
Berkat koordinasi tim SAR gabungan dan dukungan warga sekitar, seluruh mahasiswa berhasil dievakuasi tanpa mengalami cedera serius. Setelah berhasil diturunkan, mereka langsung dibawa ke Puskesmas Minasatene untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Basarnas mengimbau masyarakat, terutama pendaki dan peserta kegiatan lapangan, agar memperhatikan kondisi fisik, cuaca, serta melaporkan rencana aktivitas kepada pihak terkait sebelum memasuki kawasan yang memiliki risiko.
"Langkah tersebut penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan dan mempercepat proses pertolongan apabila terjadi keadaan darurat," kata Andi Sultan.
Suasana evakuasi mahasiswa Universitas Hasanuddin usai terjebak di goa di kawasan hutan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Antara)