NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Jakarta terus menunjukkan perbaikan sepanjang 2026. Salah satu indikatornya adalah tingkat pengangguran terbuka yang turun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026.
Penurunan angka pengangguran tersebut sejalan dengan meningkatnya partisipasi angkatan kerja, bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja, serta berbagai program penciptaan lapangan kerja dan pelatihan yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka di Jakarta menurun 0,15 poin menjadi 6,03% pada Februari 2026," kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD triwulan II tahun anggaran 2026 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Pramono juga menjelaskan, tingkat partisipasi angkatan kerja di Jakarta mengalami kenaikan 0,08 poin secara tahunan (year on year) hingga mencapai 65,48 persen pada 2026. Selain itu, jumlah masyarakat yang bekerja juga bertambah sekitar 62.180 orang, sehingga total penduduk yang memiliki pekerjaan di Jakarta kini mencapai 5,2 juta orang.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pasar tenaga kerja di ibu kota semakin pulih dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, Katanya, penurunan tingkat pengangguran tidak terjadi begitu saja, melainkan didukung oleh berbagai program yang memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.
Salah satunya melalui program padat karya yang baru diluncurkan Pemprov DKI Jakarta dengan menyediakan 2.843 lowongan kerja di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Juga: Pramono: Inflasi Jakarta Terjaga 2,78 Persen, Lebih Rendah dari Nasional
Jakarta Budget Talks Menavigasi APBD Jakarta di Balai Kota DKI, Rabu, 22 Juli 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)
"Penurunan ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan antara lain pelaksanaan program padat karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru di Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan, dan Hutan Kota," jelasnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan dan magang.
Hingga saat ini, pemerintah telah melaksanakan program magang bagi 1.000 lulusan SMA/sederajat yang bekerja sama dengan 107 perusahaan. Pelatihan reguler yang diikuti 630 peserta. Mobile Training Unit (MTU) yang telah memberikan pelatihan keterampilan kepada 2.731 peserta di berbagai wilayah Jakarta.
Pramono pun menilai membaiknya kondisi ketenagakerjaan menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak hanya tercermin dari indikator makro, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kesempatan kerja menjadi salah satu indikator bahwa pertumbuhan ekonomi berlangsung secara lebih sehat dan inklusif, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga Jakarta.
Selain memperluas peluang kerja di dalam negeri, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen melanjutkan program penempatan tenaga kerja ke berbagai negara.
Pramono menyebut kerja sama dengan sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Arab Saudi akan terus diperkuat agar masyarakat Jakarta memiliki kesempatan memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar tenaga kerja Indonesia adalah kemampuan bahasa asing. Karena itu, pemerintah terus meningkatkan kualitas pelatihan bahasa bagi calon pekerja migran.
Pramono juga mengungkapkan bahwa peningkatan kompetensi tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, kemampuan bahasa peserta program kerja mengalami peningkatan, dari level N4 menjadi N3, sehingga peluang mereka untuk bersaing di pasar kerja internasional semakin besar.
"Dan itulah cara kita untuk bisa mempersiapkan tenaga kerja kita untuk bekerja di luar negeri," tutup Pramono.
Pramono Anung (YouTube Pemprov DKI)