Ntvnews.id, Bogor - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Ratna Dewi Pettalolo, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian dan inovasi yang dilakukan oleh tim Kehumasan DKPP dalam membangun citra positif lembaga di mata publik.
Menurutnya, tim Humas DKPP saat ini telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, terutama melalui program-program kreatif seperti gelaran pameran foto dan Festival Etik. Inovasi ini dinilai berhasil membawa isu etika penyelenggaraan pemilu ke ranah yang lebih luas dan kekinian.
“Ini satu kebaruan di divisi kehumasan. Dan alhamdulillah, respons publik sangat luar biasa. Bahkan keterlibatan Gen Z itu luar biasa. Pemenangnya (lomba foto) saja dari anak muda yang bahkan belum pernah ikut memilih,” tutur Ratna Dewi di kawasan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia mengaku kagum dengan antusiasme generasi muda tersebut. Baginya, hal ini membuktikan bahwa pesan-pesan mengenai etika pemilu sudah mulai merambah kalangan pemilih pemula yang sebelumnya dianggap jauh dari isu-isu tersebut.
“Kami sempat membayangkan, bagaimana dia belajar tentang etik padahal belum pernah terlibat langsung dalam aktivitas kepemiluan. Ini berarti kerja-kerja Humas sudah sangat baik dalam menjangkau kalangan muda,” tambahnya.
Tidak hanya dari sisi program luar jaringan (luring), Ratna juga menyoroti transformasi media sosial DKPP yang kini tampil lebih segar. Ia memuji tim di balik layar yang didominasi oleh anak muda karena mampu menyajikan informasi dengan cepat namun tetap menjaga substansi.
“Teman-teman bisa melihat perkembangan media sosial DKPP itu luar biasa. Beritanya cepat, penyajiannya baik, dan gaya bahasanya mudah dimengerti. Bagi saya sebagai pimpinan, ini kemajuan besar karena Humas adalah ujung tombak agar kita dikenal publik,” tegasnya.
Selain mengapresiasi kinerja internal, Ratna Dewi menekankan pentingnya sinergi antara DKPP dengan media massa. Ia menyadari bahwa meski tugas utama (core business) DKPP adalah melaksanakan persidangan kode etik, namun ke depan, aspek pencegahan akan lebih dimaksimalkan.
“Memang pemberitaan DKPP sebagian besar isinya persidangan. Namun, kami mulai berpikir bagaimana memaksimalkan pencegahan, tentu dengan segala keterbatasan yang ada. Sebagai lembaga etik, kami harus menjaga keseimbangan antara transparansi dan menjaga nama baik kelembagaan serta pihak-pihak yang diperiksa,” terangnya.
Menutup pernyataannya, ia terus berharap prestasi dan kerja keras tim Humas serta kolaborasi dengan media terus terjaga, terutama dalam menghadapi tantangan Pemilu 2029.
“Semoga ini menjadi cahaya bagi kita semua. Prestasi ini tidak boleh menurun di tahun-tahun mendatang. Kerja keras mereka harus terus kita hargai,” pungkasnya.
Ratna Dewi Pettalolo, Anggota DKPP RI (NTVNews)