Kemendes Gandeng Bank Dunia Jalankan Program Desa Tangguh Iklim dan Bebas Sampah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 19:01
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendes PDT, Yandri Susanto, dalam kegiatan peluncuran program sehati di Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 30 Juni 2026. Mendes PDT, Yandri Susanto, dalam kegiatan peluncuran program sehati di Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 30 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Serang - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Bank Dunia melalui program Sehati untuk memperkuat upaya penanganan dampak perubahan iklim di tingkat desa. Salah satu langkah yang didorong dalam program tersebut adalah pembentukan desa berketahanan iklim serta desa bebas sampah.

Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengatakan persoalan lingkungan di kawasan perdesaan masih menjadi tantangan, terutama karena keterbatasan sarana pengelolaan sampah dan kebiasaan sebagian masyarakat yang belum ramah lingkungan.

"Karena mungkin masih ada kebiasaan keluarga di desa yang membuang sampah sembarangan. Nah, ini yang mau kita ubah melalui pemberdayaan masyarakat," ujar Yandri saat peluncuran perdana program tersebut di Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 30 Juni 2026.

Untuk mendukung terwujudnya desa bebas sampah, Kemendes PDT menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai pendamping. BRIN diharapkan memberikan supervisi dalam pengembangan inovasi serta penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan limbah di wilayah perdesaan.

Baca Juga: Kemendes PDT Gandeng 70 Mitra, Dorong Penguatan Ekonomi Desa Lewat Kolaborasi

Program Sehati tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi hijau dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi berbagai pihak melalui skema kerja sama multisektor.

Selain memperoleh dukungan pendanaan dari Bank Dunia, program tersebut juga melibatkan pemerintah daerah mulai dari tingkat gubernur hingga bupati. Kemendes PDT turut menggandeng 10 asosiasi pemerintahan desa nasional, termasuk PAPSI, PAPDSI, dan APDSI, agar pelaksanaan program sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Yandri menjelaskan bahwa penanganan persoalan lingkungan dan perubahan iklim di desa diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Kemendes PDT Ajak ADB Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Desa

Menurutnya, keberadaan desa berketahanan iklim akan membantu pengembangan hilirisasi produk unggulan desa sekaligus mendukung target swasembada pangan dan protein yang menjadi bagian dari program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Provinsi Banten dipilih sebagai lokasi peluncuran awal program nasional tersebut. Kegiatan kick-off di Kabupaten Serang dihadiri sekitar 600 peserta yang terdiri atas kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para camat dari seluruh wilayah Kabupaten Serang.

(Sumber: Antara)
 
 
x|close