Menkomdigi Sebut Komentar Spam Judi Online Paling Banyak Bidik Akun Influencer Daerah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 16:24
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat pada Selasa, 30 Juni 2026. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat pada Selasa, 30 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa akun media sosial milik influencer daerah dengan tingkat interaksi tinggi kini menjadi sasaran utama penyebaran komentar spam yang mempromosikan judi online (judol).

Dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026, Meutya mengatakan pola penyebaran spam komentar judol mengalami perubahan dengan mengincar akun yang memiliki keterlibatan audiens tinggi.

"Target utama (spam komentar judol) bergeser teman-teman sekalian. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement (interaksi) tinggi," kata Meutya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 52 persen komentar spam judol terdeteksi pada akun influencer daerah. Sementara itu, 31 persen ditemukan di akun instansi pemerintah, 12 persen pada akun media massa, dan lima persen berada di akun tokoh publik maupun politisi.

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Judol Jaringan Internasional, Eks Wakapolri Kasih Dua Jempol

Menurut Meutya, para pelaku judi online memilih influencer daerah karena dinilai lebih efektif dalam menjangkau kelompok masyarakat yang menjadi target mereka.

"Influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online," ujar Meutya

Ia juga menjelaskan bahwa akun resmi milik instansi pemerintah serta media massa turut menjadi sasaran karena akses terhadap akun-akun tersebut tidak mudah diblokir atau diputus, baik oleh pemerintah maupun platform digital.

 

Baca Juga: 287 WNA Tersangka Markas Judol Hayam Wuruk, Mayoritas Customer Service

Dari hasil pemantauan pemerintah, mayoritas serangan spam komentar judi online diketahui berasal dari akun-akun palsu yang dijalankan secara otomatis menggunakan mesin atau bot.

Kemkomdigi turut mencatat lonjakan komentar yang berkaitan dengan judi online sebesar 128 persen dalam periode dua pekan terakhir, yakni 14-28 Juni 2026, jika dibandingkan dengan hasil pemantauan pada Januari hingga 13 Juni 2026.

"Kami umumkan (penemuan spam komentar judol) yang paling banyak ada di lima platform media sosial terutama di TikTok tercatat 35 persen, Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, X 5 persen," kata Meutya.

(Sumber: Antara)

 

x|close