TNI Beberkan Rutinitas Anggota SPPI Selama Latsarmil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 21:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
TNI AL jelaskan rutinitas manajer koperasi selama latsarmil di Marinir Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. TNI AL jelaskan rutinitas manajer koperasi selama latsarmil di Marinir Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Korps Marinir TNI AL membagikan rincian mengenai aktivitas harian yang dijalani oleh para peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Kegiatan ini diikuti oleh anggota Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Merah Putih.

Menurut Letkol (Mar) Agus Mutaqin, selaku Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, agenda harian para peserta dimulai sejak dini hari. Ketika ditemui oleh awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur pada hari Kamis, 25 Juni 2026, ia memaparkan bahwa para peserta sudah harus terjaga pada pukul 04.30 WIB.

"Kemudian melaksanakan ibadah shalat Subuh. Selanjutnya kami lanjutkan kegiatan olahraga, pembinaan fisik, kemudian dilanjutkan makan pagi," kata Agus saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, Kamis, 25 Juni 2026.

Agenda berikutnya setelah sarapan adalah pelaksanaan apel pagi serta latihan baris-berbaris, yang kemudian diteruskan dengan sesi penyampaian materi di dalam kelas hingga sore hari. Setelah kelas usai, para pelatih akan mengarahkan peserta untuk masuk ke sesi "pengasuhan".

Baca Juga: Aksi Cepat TNI AL! Kapal Pembawa Mineral Mentah Ditangkap di Perairan Batam

"Pengasuhan adalah pemberian bekal-bekal, salah satunya mungkin pengenalan lingkungan, kemudian etika selama di sini, sikap PBB, dan sebagainya. Termasuk bekal-bekal keseragaman dan kekompakan," jelas Agus.

Setelah melewati seluruh rangkaian aktivitas tersebut, Agus menyebutkan bahwa peserta diberikan waktu untuk beristirahat, beribadah, dan makan malam, sebelum akhirnya masuk ke waktu tidur malam tepat pada pukul 21.30 WIB.

Letkol Agus menegaskan bahwa setiap tahapan kegiatan ini berada di bawah pengawasan dan arahan langsung dari tim pelatih Korps Marinir. Guna membentuk karakter peserta, sistem penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) turut diterapkan bagi mereka yang berprestasi maupun yang melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Kasum TNI Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan TNI AL di Batam

Meski begitu, bentuk hukuman yang diberikan tidak disamakan dengan standar militer murni, melainkan dikondisikan dengan batas kemampuan fisik para peserta. Langkah ini diambil demi memupuk rasa disiplin sekaligus membakar semangat mereka selama masa pendidikan.

Hingga saat ini, Agus memastikan situasi di lokasi Latsarmil tetap kondusif, aman, dan berjalan lancar. Ia menaruh harapan besar agar program pendidikan ini dapat tuntas dengan sukses, sehingga ilmu yang diperoleh para peserta dapat diimplementasikan dengan baik saat mengelola Koperasi Desa Merah Putih kelak.

(Sumber: Antara)

x|close