PBB: Israel Terus Lakukan Genosida di Gaza, Anak-anak Palestina Jadi Sasaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 17:10
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur dan Israel, menuduh Israel masih melakukan genosida, kejahatan perang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap warga Palestina. Dalam laporan terbaru yang dirilis Selasa (23/6), komisi tersebut menyoroti bahwa anak-anak di Jalur Gaza menjadi kelompok yang paling terdampak akibat operasi militer Israel yang berlangsung secara sistematis.

Menurut temuan komisi, skala operasi militer yang dilakukan Israel telah menyebabkan korban jiwa, luka-luka, dan trauma dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan anak-anak Palestina. Laporan itu juga menyebut adanya bukti yang mengarah pada penargetan secara sengaja terhadap anak-anak oleh pasukan Israel. Komisi menilai tindakan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pembuktian adanya niat genosida.

Baca Juga: 9 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Anak dan Jurnalis Jadi Korban

“Bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina secara sengaja telah menjadi sasaran dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel,” kata Ketua Komisi, Srinivasan Muralidhar.

“Bahkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025, anak-anak terus terbunuh dan terluka parah, dengan Israel yang tetap mengabaikan gencatan senjata serta perlindungan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak Palestina berdasarkan hukum internasional,” tambahnya.

Selain korban jiwa, laporan itu mengungkap bahwa anak-anak Palestina menghadapi penderitaan fisik maupun psikologis yang berat. Mereka mengalami trauma berkepanjangan, kehilangan orang tua, pengungsian berulang kali, kelaparan, hingga terganggunya akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Komisi juga menuduh otoritas Israel melakukan penyiksaan, perlakuan kejam, serta kekerasan seksual terhadap anak-anak Palestina yang ditahan.

Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Tembus 1.005 Orang Sejak Gencatan Senjatapal

Dalam laporan yang sama, komisi menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas maternitas dan neonatal, ditambah dampak blokade yang memicu kelaparan, telah mengancam keselamatan bayi baru lahir. Kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan angka keguguran, risiko cacat lahir, serta berbagai gangguan kesehatan jangka panjang. Karena itu, komisi mendesak Israel untuk menghentikan seluruh pelanggaran terhadap anak-anak Palestina dan meminta komunitas internasional mengambil langkah sesuai kewajiban hukum guna menghentikan konflik serta memastikan keadilan bagi para korban.

(Sumber: Antara)

x|close