Ntvnews.id, Jakarta - Sir Keir Starmer mengumumkan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Inggris sekaligus pemimpin Partai Buruh, sebuah langkah yang membuka jalan bagi digelarnya kontestasi untuk menentukan perdana menteri baru.
Dalam pernyataannya di Downing Street, Senin, 22 Juni 2026, Starmer mengatakan dirinya menyadari bahwa ia bukan lagi sosok yang paling tepat untuk memimpin Partai Buruh menuju pemilihan umum berikutnya. Ia juga menyatakan telah menyampaikan keputusannya tersebut kepada Raja Inggris. Demikian dilansir dari laman BBC.
Starmer menjelaskan bahwa dirinya telah meminta badan pengurus Partai Buruh untuk menyusun jadwal pemilihan penggantinya. Proses pencalonan akan dibuka pada 9 Juli dan ditutup sebelum masa reses musim panas parlemen yang dimulai pada 16 Juli.
Ia mengatakan apabila terjadi persaingan dalam pemilihan tersebut, pemimpin baru Partai Buruh akan sudah terpilih sebelum parlemen kembali bersidang pada September mendatang. Starmer juga berjanji akan melakukan segala hal yang diperlukan guna memastikan proses transisi kekuasaan berlangsung secara tertib.
Starmer menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga proses pemilihan pemimpin baru selesai.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada penerusnya.
"Saya akan memberikan dukungan penuh dan tanpa syarat kepada penerus saya, karena saya tahu mereka akan mewarisi Inggris yang jauh lebih kuat dan lebih adil dibandingkan yang saya warisi dua tahun lalu," ujar Starmer.
Starmer terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada April 2020 dan kemudian menjadi perdana menteri pada 5 Juli 2024 setelah kemenangan Partai Buruh dalam pemilihan umum.
Keputusan tersebut berarti Inggris akan segera memiliki perdana menteri ketujuh sejak tahun 2016.
Saat menyampaikan pidato pengunduran dirinya di depan kediaman resmi 10 Downing Street, Starmer didampingi sang istri, Victoria.
Di hadapan para pendukung, rekan politik, serta staf Downing Street, suara Starmer sempat bergetar saat berbicara mengenai fokus hidupnya setelah meninggalkan jabatan tertinggi di pemerintahan Inggris.
"Ketika saya meninggalkan pekerjaan terbesar di negara ini, saya akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan yang paling penting: menjadi suami terbaik bagi istri saya yang luar biasa, Vic, yang selalu menjadi penopang saya dalam suka maupun duka; dan menjadi ayah terbaik bagi anak-anak saya yang luar biasa, yang merupakan kebanggaan dan kebahagiaan saya," ujar Starmer.
Sebelum mengumumkan keputusannya, Starmer disebut menghabiskan akhir pekan di Chequers, kediaman resmi perdana menteri di Buckinghamshire, untuk mempertimbangkan masa depannya.
Tekanan dari dalam Partai Buruh agar Starmer segera mengumumkan jadwal pengunduran dirinya semakin menguat setelah kemenangan Andy Burnham dalam pemilihan sela daerah Makerfield pekan lalu.
Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, kini dipandang banyak pihak sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Starmer setelah berhasil kembali ke parlemen melalui kemenangan telak atas pesaingnya dari Reform UK.
Burnham diperkirakan akan datang ke Westminster pada Senin untuk secara resmi menempati kursinya sebagai anggota parlemen.
Selain Burnham, mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting juga sebelumnya telah menyatakan minatnya untuk ikut serta dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh.
Ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Starmer sebenarnya sudah berkembang sebelum hasil pemilu yang mengecewakan di Inggris, Wales, dan Skotlandia pada Mei lalu.
Salah satu sumber kritik adalah keputusannya mengubah arah tiga kebijakan utama hanya dalam kurun waktu satu bulan setelah mendapat tekanan dari kalangan partainya sendiri.
Keputusan Starmer menunjuk Lord Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat juga memunculkan pertanyaan mengenai penilaiannya serta cara kerja tim di Downing Street secara keseluruhan.
Lord Mandelson kemudian diberhentikan setelah muncul informasi baru mengenai kedekatannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual yang telah divonis bersalah, Jeffrey Epstein.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara pada konferensi pers di London, Inggris, 1 April 2026. Starmer mengatakan bahwa Inggris akan menjadi tuan rumah KTT internasional pekan ini tentang pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. ANTARA/Ha (Antara)