Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri kabinet ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026, di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rosan tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.22 WIB. Saat memasuki area Istana, ia terlihat terburu-buru dan tidak memberikan penjelasan mengenai agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo.
"Mohon maaf sudah agak telat nih," kata Rosan singkat.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo bersama jajaran manajemen PLN telah lebih dahulu tiba di Istana sekitar pukul 12.00 WIB. Kehadiran mereka bertujuan melaporkan perkembangan penanganan pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Sementara itu, Brian Yuliarto menjelaskan bahwa kedatangannya ke Istana Kepresidenan terkait kunjungan seorang profesor dari Imperial College London, Inggris, yang turut diantarnya untuk bertemu Presiden.
Baca Juga: Pertamina Mandalika International Circuit, Tempat Generasi Baru Pembalap Indonesia
Kunjungan tersebut sejalan dengan upaya penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Inggris. Sebelumnya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan harapannya agar kampus-kampus yang tergabung dalam Russell Group dapat segera hadir di Jakarta guna memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap pendidikan tinggi berkelas dunia.
Rombongan Imperial College London (NTVnews)
“Presiden (Prabowo) juga mendukung pendirian kampus Russell Group, yaitu kampus universitas elit Inggris, di Jakarta, dan saya berharap kampus tersebut akan segera dibuka,” kata Jermey.
Russell Group merupakan asosiasi yang menaungi 24 universitas riset terkemuka di Inggris, termasuk University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London. Kehadiran institusi-institusi tersebut di Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan riset nasional sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas internasional.
Mendiksti Saintek Brian Yuliarto (NTVnews)