Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jun 2026, 04:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas langkah strategis untuk mengelola aset negara secara lebih optimal guna menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap upaya penguatan pengelolaan aset nasional melalui percepatan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) dan pengembangan sektor-sektor ekonomi baru yang berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan nasional.

“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan tersebut, Seskab Teddy menyebut bahwa Presiden Prabowo dan Menteri Rosan membahas berbagai peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara. Salah satunya melalui penguatan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Baca Juga: Hotman Paris Bela Seskab Teddy: Wajar Presiden Prabowo Pilih Orang yang Dipercaya

“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Seskab Teddy.

Selain pengembangan sektor ekonomi baru, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang terus berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat tata kelola perusahaan negara.

Menurut Seskab Teddy, dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan.

“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” ungkap Seskab Teddy.

Transformasi BUMN dan optimalisasi aset negara merupakan bagian dari agenda besar Presiden Prabowo untuk menjadikan kekayaan bangsa sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing Indonesia, serta memastikan setiap aset negara memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

x|close