Ntvnews.id, Beirut - Israel menegaskan pasukannya akan tetap melanjutkan operasi militer di wilayah Lebanon selatan dengan alasan untuk menghilangkan berbagai ancaman keamanan yang dianggap masih ada, termasuk di luar area yang ditetapkan sebagai zona keamanan.
Militer Israel juga merilis peta yang menunjukkan wilayah yang mereka sebut sebagai "zona keamanan", membentang sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon dari perbatasan kedua negara.
Menurut militer Israel, pasukan akan tetap ditempatkan di kawasan tersebut "untuk menghilangkan ancaman dan memperkuat pertahanan penduduk Israel di utara".
"Tentara akan terus menghilangkan ancaman terhadap tentara IDF (Israel) dan warga sipil Negara Israel yang diidentifikasi di luar zona keamanan," demikian pernyataan seorang pejabat militer Israel, dikutip dari AFP, Jumat, 17 Juni 2026.
Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu, 17 Juni 2026 yang ditujukan untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam kesepakatan itu, seluruh pihak yang terlibat di berbagai medan konflik, termasuk Lebanon, diharapkan menghentikan aksi pertempuran.
Baca Juga: Israel Isyaratkan Invasi ke Wilayah Mayoritas Kristen Lebanon
Namun, beberapa jam setelah dokumen tersebut ditandatangani, media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa satu orang meninggal dunia akibat serangan pesawat nirawak Israel di wilayah Lebanon selatan.
Di sisi lain, militer Israel juga mengumumkan kematian seorang tentaranya dalam insiden yang terjadi pada malam sebelumnya di Lebanon selatan. Peristiwa itu juga menyebabkan tujuh personel lainnya mengalami luka-luka.
Ketegangan antara Israel dan Lebanon meningkat sejak Hizbullah terlibat dalam konflik regional pada Maret lalu. Kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon tersebut melancarkan serangan ke Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Foto ini yang dirilis pada 31 Mei 2026 menunjukkan pasukan darat Israel melakukan operasi militer di Beaufort Ridge, Lebanon selatan. ANTARA/Xinhua/HO-IDF/aa. (Antara)
Sebagai balasan, Israel melakukan serangan udara secara luas ke berbagai wilayah Lebanon dan kemudian melancarkan operasi darat di kawasan selatan yang berbatasan langsung dengan Israel, wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi basis pengaruh Hizbullah.
Meski konflik masih berlangsung, Lebanon dan Israel telah menjalani serangkaian pembicaraan langsung sejak April lalu dengan mediasi Amerika Serikat. Upaya diplomatik tersebut bertujuan untuk memisahkan konflik kedua negara dari perang regional yang lebih luas serta mencari jalan menuju stabilitas di kawasan perbatasan.
Kendati demikian, pernyataan terbaru militer Israel menunjukkan bahwa Tel Aviv masih memandang keberadaan pasukan di Lebanon selatan sebagai bagian penting dari strategi keamanannya, meskipun telah muncul berbagai inisiatif diplomatik untuk meredakan konflik di kawasan tersebut.
Serangan Israel terhadap salah satu rumah sakit di wilayah Lebanon. (ANTARA/Xinhua) (Antara)