Israel Isyaratkan Invasi ke Wilayah Mayoritas Kristen Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Serangan Israel terhadap salah satu rumah sakit di wilayah Lebanon. (ANTARA/Xinhua) Serangan Israel terhadap salah satu rumah sakit di wilayah Lebanon. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga yang tinggal di Kota Tyre, Lebanon, termasuk kawasan yang mayoritas dihuni komunitas Kristen, pada Selasa, 9 Juni 2026. Langkah tersebut memicu spekulasi mengenai kemungkinan operasi militer atau invasi Israel ke wilayah tersebut.

Selama ini, Israel umumnya tidak menginstruksikan warga di daerah-daerah Kristen untuk mengungsi. Namun belakangan, Tel Aviv menuduh kelompok milisi Hizbullah menjalankan aktivitas di kawasan itu.

"Peringatan mendesak untuk penduduk di Kota Tyre, termasuk kawasan Kristen, dan kamp-kamp di sekitarnya, demi keselamatan Anda, kami meminta Anda untuk segera mengosongkan rumah dan menuju utara Sungai Zahrani," demikian bunyi selebaran yang disebarkan Israel, seperti dikutip dari AFP, Rabu, 10 Juni 2026.

Sungai Zahrani terletak sekitar 30 kilometer dari Tyre. Pada bulan lalu, militer Israel menetapkan wilayah di selatan sungai tersebut sebagai zona pertempuran.

Baca Juga: Serangan Israel di Gaza Palestina dan Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Sebelumnya, militer Israel telah memperingatkan penduduk Tyre agar meninggalkan wilayah itu apabila Hizbullah tetap beroperasi di kawasan tersebut.

Setelah instruksi evakuasi diumumkan, sejumlah warga terlihat meninggalkan daerah tersebut. Arus kendaraan menuju wilayah utara Sungai Zahrani pun dilaporkan mengalami kemacetan akibat meningkatnya jumlah pengungsi.

Dalam beberapa hari terakhir, Lebanon kembali menjadi perhatian internasional setelah menjadi sasaran serangan intensif Israel.

Ilustrasi - Asap mengepul setelah serangan Israel terhadap Kota Yahmar al-Shakif dan Arnun di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan pada 11 Mei 2026. ANTARA/Anadolu/Ramiz Dallah/pri. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Asap mengepul setelah serangan Israel terhadap Kota Yahmar al-Shakif dan Arnun di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan pada 11 Mei 2026. ANTARA/Anadolu/Ramiz Dallah/pri. (Antara)

Operasi militer Israel berlangsung di tengah upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Meski kedua negara telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, situasi belum sepenuhnya kondusif dan hubungan keduanya masih diwarnai ketegangan.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian serangan terhadap Iran dan Lebanon oleh Amerika Serikat maupun negara-negara sekutunya. Namun, menurut laporan yang beredar, Israel tetap melanjutkan operasi militernya dengan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Lebanon.

x|close