Mentan Amran Surati Kapolri, Minta PKS yang Tekan Harga TBS Sawit Ditindak Tegas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 20:16
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya telah mengirim surat kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk menindak tegas pabrik kelapa sawit yang menurunkan harga tandan buah segar (TBS) secara sepihak di tengah tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

"Kami langsung pada hari itu juga kami mengirim surat ke Pak Kapolri, bahwa ini harus ditindaklanjuti," kata Amran Sulaiman di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Langkah tersebut diambil Kementerian Pertanian (Kementan) setelah menemukan adanya ketidakwajaran dalam pergerakan harga komoditas sawit di dalam negeri. Menurut Amran, kondisi pasar global justru menunjukkan tren positif dengan meningkatnya harga CPO dan menguatnya nilai dolar AS sekitar 10 persen.

Meski demikian, harga TBS di tingkat petani dalam negeri justru mengalami penurunan. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan mekanisme pasar yang semestinya.

"Ini anomali, harga CPO dunia naik, dolar menguat kurang lebih 10 persen, harga CPO naik, tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal," ujarnya.

Baca Juga: Mentan Amran Optimistis Harga TBS Sawit Kembali Normal Pekan Depan, 90 Persen Sudah Pulih

Pemerintah, lanjut Amran, tidak akan membiarkan praktik-praktik yang berpotensi merugikan petani sawit. Ia menegaskan negara harus hadir untuk melindungi kepentingan jutaan petani yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kelapa sawit.

Saat ini terdapat sekitar 15 juta petani plasma sawit di Indonesia. Jika dihitung bersama anggota keluarganya, jumlah masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 juta jiwa.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, dari sekitar 1.900 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 274 pabrik sempat dilaporkan tidak menyesuaikan harga pembelian TBS pada pekan lalu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman <b>(NTVnews)</b> Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (NTVnews)

Namun setelah pemerintah melakukan intervensi dan pengawasan, sebagian besar perusahaan telah kembali menaikkan harga pembelian sesuai kondisi pasar. Saat ini hanya tersisa sekitar 100 pabrik yang masih belum melakukan penyesuaian harga.

Amran optimistis upaya pemerintah bersama aparat penegak hukum akan membuahkan hasil dalam waktu dekat. Ia memperkirakan harga TBS sawit di tingkat petani dapat kembali normal dalam sepekan mendatang.

Pemerintah berharap stabilitas harga sawit segera pulih sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga dan sektor perkebunan sawit nasional dapat terus menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.

TERKINI

Load More
x|close