Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di Myanmar. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat bertemu Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Naypyidaw, Senin, 8 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya diplomasi Indonesia untuk mendorong penyelesaian krisis yang masih berlangsung di negara tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan sejumlah pandangan utama terkait proses perdamaian di Myanmar. Indonesia menilai Myanmar merupakan bagian penting dari keluarga besar ASEAN sehingga penyelesaian konflik perlu dilakukan melalui kerja sama yang konstruktif. Selain itu, Indonesia menegaskan bahwa proses perdamaian harus bersifat inklusif dan dipimpin oleh masyarakat Myanmar sendiri agar menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan diterima semua pihak.
Baca Juga: Wamenlu: Kehadiran Prabowo di KTT ASEAN-Rusia Masih Dikoordinasikan
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar guna mendorong dialog damai. Di tingkat regional, Indonesia terus mendukung implementasi Konsensus Lima Poin ASEAN sebagai kerangka utama dalam upaya penyelesaian krisis dan pemulihan stabilitas di Myanmar.
Dukungan Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui jalur diplomasi, tetapi juga bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia tercatat mengirimkan bantuan penanganan COVID-19 pada 2021, bantuan kemanusiaan pascabadai Mocha pada 2023, serta bantuan kesehatan, kemanusiaan, dan penanggulangan dampak gempa pada 2025. Langkah tersebut menjadi bentuk solidaritas Indonesia terhadap rakyat Myanmar yang terdampak berbagai krisis.
Baca Juga: Menlu Sugiono Ajak ASEAN Perkuat Persatuan Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendorong terciptanya dialog dan perdamaian yang inklusif di Myanmar. Upaya tersebut sejalan dengan hubungan historis yang telah terjalin lama antara kedua negara sejak 1949. Indonesia dan Myanmar juga memiliki sejarah sebagai sesama penggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA), yang menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama dan solidaritas di kawasan.
Berikut Infografiknya:
Indonesia menegaskan komitmennya mendukung terwujudnya perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di Myanmar dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Sugiono dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Naypyidaw, Senin (8/6). (Antara)
(Sumber: Antara)
Indonesia menegaskan komitmennya mendukung terwujudnya perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di Myanmar dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Sugiono dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Naypyidaw, Senin (8/6). (Antara)