Ntvnews.id, Jakarta - Suasana liburan di kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berubah menjadi tragedi misterius setelah satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping yang mereka sewa. Empat korban terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak diduga tewas akibat keracunan gas saat tertidur usai beraktivitas di malam hari.
Korban diketahui bernama Muhamad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), anak sulung mereka Bagas Amar Hakiki (21), serta anak bungsu Alvino Evan Hakim (16).
Dugaan keracunan gas menguat setelah polisi menemukan gas portable yang digunakan keluarga tersebut selama berada di lokasi glamping. Selain itu, aktivitas barbeque yang dilakukan sebelum tidur juga diduga berkaitan dengan kematian para korban.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan ada dua kemungkinan sumber gas yang menyebabkan keempat korban kehilangan nyawa.
Baca Juga: Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama IEU-CEPA
"Kemungkinan ada dua, dari gas portable itu sama gas setelah bakar-bakar. Jadi setelah barbeque-an karena langsung tidur, setelah dia bakar-bakar langsung ditutup pintunya," kata Mahendra kepada wartawan, Kamis (28/5).
Menurut Mahendra, kondisi tenda yang relatif tertutup membuat sirkulasi udara di dalam ruangan tidak berjalan baik. Akibatnya, gas diduga terperangkap di dalam tenda hingga perlahan terhirup para korban saat tidur.
"Posisi bbq-an memang agak ke luar tapi kemungkinan masuk (ke tenda). Jadi ada dua kemungkinan," jelas dia.
Sebelumnya, polisi sempat menduga satu keluarga tersebut meninggal akibat keracunan makanan. Namun, dugaan itu kemudian melemah setelah tidak ditemukan tanda-tanda muntahan maupun reaksi fisik yang biasa muncul pada kasus keracunan makanan. Penyidik justru menemukan ciri-ciri yang lebih mengarah pada paparan gas.
"Tidak ada muntahan, tidak ada perlawanan, jadi ciri khasnya gas CO2 ini lemas, lemas, ngantuk, ngantuk, tiba-tiba hilang," ungkap Mahendra.
Baca Juga: Iran Balas Serangan AS, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memanas
Saat petugas melakukan evakuasi, keempat korban ditemukan sudah terbaring di atas kasur di dalam tenda glamping. Dari dokumentasi yang beredar, tidak terlihat busa keluar dari mulut para korban. Namun, telapak tangan tiga anggota keluarga tampak dalam kondisi mengepal, sementara satu korban lainnya tertutup selimut.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.
Tragedi ini bermula ketika keluarga tersebut menginap di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, sejak Selasa 26 Mei 2026. Namun, hingga masa sewa berakhir pada Rabu (27/5), para korban tidak memberikan respons.
Petugas akhirnya membuka pintu tenda sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itulah keempat korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Kedatangan empat jenazah disambut isak tangis keluarga dan para pelayat yang sudah menunggu sejak malam.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban. Setelah tiba, jenazah langsung disalatkan sebelum dimakamkan.
Baca Juga: Putin Hapus Utang Bagi Warga Rusia yang Gabung Militer Perang Ukraina
Salah satu kerabat korban, Muhamad Khoerudin (50), mengaku mendapat kabar duka pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Informasi awal yang diterimanya menyebut para korban meninggal akibat keracunan.
"Saya dapat kabar meninggal tadi malam jam 22.00. Saudara nembusi ke tempat saya. Informasi yang saya dengar katanya keracunan," ujar Khoerudin, Kamis (28/5).
Meski begitu, pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari rumah sakit dan kepolisian terkait penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut.
"Tapi, untuk menyatakan keracunan atau tidak dari pihak rumah sakit nanti. Ini lagi diautopsi. Nanti pihak RS dan kepolisian yang tahu persis keracunan atau tidak," jelas Khoerudin.
Sementara itu, adik kandung Maghfirah, Ashadi (51), mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum tragedi terjadi. Ia hanya mengetahui sang adik berencana pergi berwisata bersama keluarga.
"Kemarin adik-adik pada main ke tempat saya. Dia enggak ikut, katanya mau jalan-jalan. Tapi enggak bilang mau ke mana," kata Ashadi.
ilustrasi jenazah (dok)