BPS Mulai Tahapan Awal Sensus Ekonomi 2026 Lewat Program 'Ngibar'

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 19:28
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (Badan Pusat Statistik)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan tahapan awal Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak Mei 2026 melalui program “ngibar” atau mengisi bareng.

Program tersebut menyasar perusahaan besar dan menengah sebelum proses pendataan lapangan dilakukan secara door-to-door mulai Juni mendatang.

Amalia menjelaskan, kegiatan ngibar dilakukan dengan mengundang pelaku usaha untuk mengisi kuesioner sensus secara daring melalui tautan yang telah disiapkan BPS.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. ANTARA/HO-BPS. <b>(Antara)</b> Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. ANTARA/HO-BPS. (Antara)

“Di bulan Mei kami sudah melakukan ngisi bareng, utamanya bagi usaha besar dan usaha menengah yang dikumpulkan dan difasilitasi oleh kementerian lain, asosiasi ataupun di kantor-kantor BPS,” ujar Amalia dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR RI, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Amalia, pelaksanaan program ngibar saat ini dilakukan oleh pegawai organik BPS baik di tingkat pusat maupun daerah tanpa melibatkan petugas lapangan.

Dalam pelaksanaannya, BPS bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga, asosiasi usaha, hingga pemerintah daerah untuk mengundang perusahaan mengikuti sosialisasi sekaligus pengisian kuesioner sensus secara online.

Ia menilai metode daring diprioritaskan untuk usaha besar dan menengah karena dinilai lebih cepat dan efisien dalam proses pendataan.

Baca Juga: Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 527 Gram Emas ke Malaysia

Sementara itu, tahapan lanjutan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Pada periode tersebut, petugas sensus akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan secara door-to-door kepada rumah tangga maupun pelaku usaha yang belum mengisi kuesioner secara daring.

“Petugas akan melakukan pendataan door-to-door ke seluruh keluarga atau rumah tangga dan usaha di Indonesia yang belum mengisi questionnaire online,” kata Amalia.

Sensus Ekonomi 2026 menjadi agenda nasional penting untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi dan perkembangan kegiatan ekonomi di Indonesia, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

x|close