Kemlu RI Siapkan Langkah Kontingensi untuk WNI Peserta GSF yang Diculik Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 11:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi -- Kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. Ilustrasi -- Kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, setelah armada tersebut dicegat oleh pasukan Israel.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk kemungkinan percepatan pemulangan para WNI.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujar Yvonne dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima, sedikitnya sepuluh kapal telah dicegat di wilayah perairan dekat Siprus di kawasan timur Laut Mediterania. Sejumlah kapal yang disebut antara lain “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”.

Di kapal “Josef” terdapat WNI bernama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) – Rumah Zakat.

Baca Juga: Netanyahu Klaim Israel Kini Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza

Selain itu, komunikasi dengan kapal lain yang membawa jurnalis Bambang Noroyono, yang diketahui berada di kapal “Boralize”, masih belum dapat dipastikan. Situasi di lapangan disebut sangat dinamis sehingga perkembangan terus dipantau secara ketat.

Kemlu RI kembali menegaskan bahwa perlindungan WNI menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia. Selain itu, Indonesia juga mendesak Israel untuk memastikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina tetap dapat disalurkan sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengonfirmasi bahwa sembilan relawan Indonesia termasuk dua jurnalis, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, turut terdampak intersepsi tersebut di perairan sekitar 200 mil laut dari Gaza.

Dengan perkembangan ini, pemerintah Indonesia disebut tengah menyiapkan langkah kontingensi, termasuk perlindungan serta proses pemulangan WNI, sambil terus mendorong Israel untuk menghentikan penahanan terhadap misi kemanusiaan internasional tersebut.

x|close