Netanyahu Klaim Israel Kini Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA/Xinhua/am)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim pasukan negaranya telah mengendalikan sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Dilansir dari AFP, Sabtu, 16 Mei 2026, pernyataan tersebut memperkuat dugaan selama ini bahwa militer Israel terus memperluas operasi militernya di wilayah Palestina melebihi batas yang diatur dalam kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu.

Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diberlakukan, serangan dan kekerasan di Jalur Gaza dilaporkan masih berlangsung hampir setiap hari.

Pernyataan mengenai penguasaan 60 persen wilayah Gaza itu disampaikan Netanyahu saat peringatan Jerusalem Day pada Kamis, 14 Mei 2026.

"Dalam dua tahun terakhir, kami telah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dahsyatnya kekuatan yang tertanam dalam diri rakyat kami, negara kami, tentara kami, dan warisan kami," kata Netanyahu dalam sambutannya untuk peringatan itu, dikutip dari AFP, Jumat (15/5).

"Kami telah membawa pulang semua sandera kami, hingga sandera terakhir," tambahnya.

Netanyahu mengatakan banyak pihak mendesak agar Israel menghentikan operasi militer di Gaza. Namun, ia menegaskan negaranya tetap melanjutkan serangan dengan alasan memburu milisi Hamas.

"Ada yang mengatakan: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita akan lihat," kata dia.

Baca Juga: Netanyahu Ingin Israel Kurangi Ketergantungan Bantuan Militer AS hingga Nol

Dalam kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak Oktober lalu, pasukan Israel seharusnya mundur ke belakang “Garis Kuning” di Gaza, sehingga hanya dapat menguasai sekitar 50 persen wilayah Palestina.

AFP menyebut pernyataan Netanyahu tersebut menjadi pengakuan resmi pertama bahwa militer Israel masih memperluas pengaruhnya di Gaza.

Pernyataan itu juga sejalan dengan laporan sejumlah media internasional yang menyebut pasukan Zionis terus bergerak menuju “Garis Oranye” baru di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Netanyahu beberapa kali memberi sinyal bahwa operasi militer akan terus berlanjut apabila kelompok milisi Palestina belum melucuti senjata.

Arsip foto - Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara, yang sudah tidak berfungsi karena serangan Israel. (ANTARA/Anadolu/py) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara, yang sudah tidak berfungsi karena serangan Israel. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Menurut data Kementerian Kesehatan di Gaza yang berada di bawah administrasi Hamas, lebih dari 850 warga Palestina dilaporkan tewas sejak gencatan senjata Oktober lalu.

Bukan hanya di Jalur Gaza, kekerasan yang melibatkan aparat dan pemukim Israel juga dilaporkan meningkat di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Mengutip AFP, Otoritas Palestina di Tepi Barat menyatakan pasukan Israel pada Jumat menewaskan seorang remaja bernama Fahd Zidan Oweis yang berusia 15 tahun.

"Dia ditembak mati oleh pasukan (Israel) pada subuh hari ini di kota Al-Lubban al-Sharqiyya di provinsi Nablus. Jenazahnya ditahan," demikian pernyataan Otoritas Palestina di Tepi Barat seperti dikutip dari AFP.

Baca Juga: Netanyahu Kecam Perusakan Patung Yesus di Lebanon, Janji Hukum Tegas Prajurit IDF

Militer Israel menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari operasi kontra-terorisme terhadap individu yang dianggap membahayakan.

Mereka menuduh korban melakukan aksi “melempar batu ke arah kendaraan Israel di jalan utama, membahayakan nyawa”.

Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, kekerasan di Tepi Barat juga terus meningkat.

Berdasarkan rekap data AFP dari Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 1.072 warga Palestina di Tepi Barat telah tewas akibat aksi pasukan atau pemukim Israel sejak konflik pecah.

Sementara itu, data resmi Israel menunjukkan sedikitnya 46 warga Israel tewas akibat serangan Palestina atau dalam operasi militer Israel selama periode yang sama.

x|close