Rusia dan Ukraina Tukar 410 Tawanan Perang usai Gencatan Senjata Gagal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Rusia dan Ukraina kembali melakukan pertukaran ratusan tawanan perang di tengah meningkatnya ketegangan konflik setelah upaya gencatan senjata sementara tidak membuahkan hasil.

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan sebanyak 205 tentara Rusia telah dipulangkan dari wilayah yang berada di bawah kendali Ukraina. Sebagai imbalannya, 205 tawanan perang dari militer Ukraina juga dikembalikan ke Kyiv.

"205 prajurit Rusia telah dipulangkan dari wilayah yang dikuasai Kyiv," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, melansir dari AFP, Sabtu, 16 Mei 2026.

"Sebagai pertukaran, 205 tawanan perang dari Angkatan Bersenjata Ukraina telah diserahkan," lanjut pernyataan tersebut.

Proses pertukaran tawanan berlangsung sekitar satu pekan setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina akan melaksanakan pertukaran besar-besaran tahanan perang.

Baca Juga: Rusia Sebut Perang Ukraina Tak Akan Selesai Jika...

Trump sebelumnya mengatakan kedua negara menyepakati pertukaran hingga 1.000 tahanan dalam gencatan senjata tiga hari yang dimediasi Amerika Serikat bertepatan dengan parade Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei lalu.

Namun, setelah masa gencatan senjata berakhir, kedua pihak saling melontarkan tuduhan pelanggaran. Ukraina bahkan menuding Rusia meningkatkan serangan ke wilayah sipil.

Sebelumya, pada Kamis, 14 Mei 2926, serangan udara Rusia ke Kyiv dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang.

Di tengah terbatasnya komunikasi antara Moskow dan Kyiv sejak perang pecah pada Februari 2022, pertukaran tawanan perang menjadi salah satu bentuk kerja sama yang masih terus berjalan.

Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.  <b>(ANTARA)</b> Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan para tentara Rusia yang telah dibebaskan saat ini berada di Belarus untuk menjalani pendampingan psikologis dan perawatan medis.

"Para prajurit Rusia saat ini berada di Belarus dan menerima bantuan psikologis serta medis yang diperlukan," tulis kementerian tersebut.

Rusia juga menyebut Uni Emirat Arab ikut memberikan bantuan kemanusiaan dalam proses pemulangan para tentara Rusia dari tahanan perang.

x|close