DPR Beri Beasiswa ke China untuk Siswi SMAN 1 Pontianak Peserta Cerdas Cermat MPR

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 19:09
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Lomba Cerdas Cermat MPR RI Lomba Cerdas Cermat MPR RI (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda memberikan apresiasi kepada siswi SMA Negeri 1 Pontianak, Josepha Alexandra, yang menjadi peserta Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Bentuk apresiasi tersebut ditunjukkan Rifqinizamy dengan menghubungi langsung Josepha melalui sambungan telepon. Dalam percakapan itu, ia menyampaikan dukungan atas prestasi yang diraih siswi asal Pontianak tersebut.

Tak hanya memberikan ucapan selamat, Rifqinizamy juga menawarkan kesempatan beasiswa pendidikan S1 ke China kepada Josepha Alexandra.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NTV News (@ntvnews.id)

 Selain mendapatkan beasiswa kuliah, Josepha disebut juga akan memperoleh ikatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan di Tiongkok.

Baca Juga: Geger Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Alasan Artikulasi Bikin Warganet Murka

Tawaran tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap capaian akademik dan semangat generasi muda dalam memahami nilai-nilai kebangsaan melalui ajang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI.

Josepha Alexandra sendiri diketahui menjadi salah satu peserta yang tampil pada final tingkat Provinsi Kalimantan Barat dalam kompetisi yang menguji pemahaman peserta mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tersebut.

Diberitakan sebelumnya, final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak menjadi sorotan luas di media sosial. Polemik bermula dari keputusan dewan juri yang dinilai tidak konsisten saat memberikan penilaian kepada dua peserta dengan jawaban yang dianggap memiliki substansi serupa.

Video momen tersebut cepat menyebar di Instagram, TikTok, hingga X. Perdebatan publik pun meluas setelah alasan “artikulasi” dipakai untuk menjelaskan perbedaan penilaian yang sangat jauh antara dua tim peserta.

Insiden itu terjadi dalam babak final LCC Empat Pilar MPR RI di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Pada sesi rebutan, peserta mendapat pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa DPR memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Namun jawaban tersebut justru membuat tim menerima pengurangan nilai minus 5 dari dewan juri.

Tak lama kemudian, pertanyaan dengan substansi serupa diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang dinilai netizen memiliki inti sama justru diganjar nilai sempurna 10. Perbedaan penilaian itu langsung memicu protes dari Regu C yang merasa dirugikan. Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan keputusan mereka.

x|close