Emosi Gegara Sindiran Paman, Pria di Tangsel Nekat Bongkar Makam Ibunya Sendiri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 11:13
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Anak Bongkar Makan Ibu di Tangerang Anak Bongkar Makan Ibu di Tangerang (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Warga di sekitar Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, dibuat geger oleh aksi seorang pria yang membongkar makam ibu kandungnya sendiri pada Sabtu malam (9/5/2026). Tindakan nekat itu dipicu emosi setelah Agus (25) tersinggung dengan ucapan pamannya saat terjadi pertengkaran keluarga.

Peristiwa tersebut bermula dari persoalan di dalam rumah. Agus, yang sejak usia empat tahun tinggal dan diasuh oleh pamannya, ditegur oleh istri pamannya agar membersihkan kamar tidurnya. Teguran itu justru memicu kemarahan Agus hingga terjadi adu mulut.

Situasi kemudian semakin memanas ketika sang paman ikut terpancing emosi. Dalam pertengkaran itu, pamannya melontarkan ucapan bernada sindiran yang meminta Agus pergi dari rumah sekaligus membawa makam orang tuanya.

Baca Juga: BGN Hentikan Sementara 240 SPPG karena Belum Penuhi Standar

Ucapan tersebut ternyata ditanggapi serius oleh Agus. Tanpa banyak bicara, ia langsung menuju area TPBU Sengkol selepas Magrib dan mulai menggali makam ibunya sendiri.

Aksi itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Pengurus RT dan RW, tokoh masyarakat, pengelola makam, hingga ustaz setempat berusaha menghentikan Agus dan membujuknya agar pulang. Namun, seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena Agus tetap melanjutkan penggalian makam.

Sekretaris Kelurahan Muncul, Muhammad Ali, mengatakan pihaknya sudah mencoba berbicara dengan Agus untuk meredakan emosinya, tetapi kondisinya saat itu sudah tidak terkendali.

"Kita sudah ajak ngobrol, tidak didengar karena emosinya sudah tinggi. Akhirnya kami ketua RT, ketua RW, beberapa tokoh masyarakat, ustaz, serta pengurus makam sepakat untuk meninggalkan beliau," ujar Ali kepada wartawan, Senin (11/5).

Baca Juga: Rapat Paripurna, Ketua DPR Singgung Harga Barang-barang yang Kian Mahal

Untuk menghentikan aksi tersebut, warga bersama petugas sempat memutus aliran listrik di area pemakaman. Langkah itu dilakukan agar Agus menghentikan penggalian makam. Namun, ia tetap melanjutkan aksinya meski dalam kondisi gelap.

"Setelah kita tinggalkan setengah jam kemudian, beliau sudah tidak ada di tempat. Dan kita lihat makam sudah digali hampir 60 sentimeter," tambah Ali.

Menurut Ali, ucapan pamannya sebenarnya hanya luapan kekesalan sesaat dari seseorang yang telah lama merawat Agus sejak kecil. Namun, karena emosi yang sudah memuncak, Agus menanggapi perkataan itu secara serius hingga berujung pada aksi pembongkaran makam.

Peristiwa tersebut kini ditangani pihak kelurahan bersama aparat setempat melalui proses mediasi. Pemerintah kelurahan berharap persoalan keluarga itu dapat diselesaikan secara baik-baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

x|close