Erupsi Gunung Dukono Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Bahas Pendaki di Zona Terlarang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gunung Dukono Halmahera Utara Maluku Gunung Dukono Halmahera Utara Maluku (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Erupsi Gunung Dukono tidak hanya menarik perhatian media nasional, tetapi juga menjadi sorotan sejumlah media internasional. Peristiwa tersebut ramai diberitakan karena menewaskan tiga pendaki, termasuk warga negara asing.

Gunung api aktif yang berada di Pulau Halmahera itu meletus pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.41 WIT. Erupsi memuntahkan kolom abu vulkanik hingga mencapai sekitar 10 kilometer ke udara, disertai dentuman keras dan hujan abu di kawasan sekitar gunung.

Saat letusan terjadi, terdapat 20 pendaki asal Indonesia dan Singapura yang sedang berada di jalur pendakian menuju area kawah melalui Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil selamat, sementara tiga pendaki meninggal dunia. Korban tewas terdiri dari dua warga Singapura dan satu pendaki asal Indonesia.

Aktivitas vulkanik yang masih tinggi membuat proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Tim SAR harus menghadapi medan terjal, hujan, serta lontaran material vulkanik selama operasi penyelamatan.

Baca Juga: 2 Pendaki Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Berpelukan di Dekat Kawah

Insiden tersebut kemudian mendapat perhatian luas media asing, terutama karena para pendaki diketahui memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona larangan atau “OB/No-Go Zone”.

Diketahui, aktivitas pendakian Gunung Dukono sebenarnya sudah ditutup sejak 17 April 2026. Pemerintah melarang seluruh aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah Malupang Warirang menyusul peningkatan aktivitas vulkanik.

Associated Press (AP) menjadi salah satu media internasional yang memberitakan tragedi tersebut. AP menyoroti para pendaki yang terjebak di tengah hujan abu vulkanik tebal serta beratnya proses evakuasi.

Media tersebut juga mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan “Ring of Fire”, wilayah dengan aktivitas vulkanik paling aktif di dunia. AP turut menyoroti fakta bahwa para pendaki tetap melakukan pendakian meskipun sudah ada larangan resmi dari otoritas vulkanologi Indonesia.

Sebanyak 3 dari 20 orang pendaki tewas dalam peristiwa meletusnya Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Dari ke 3 korban tersebut, 2 orang merupakan warga negara Singapura dan 1 warga negara Indonesia (WNI). <b>(bandung hari ini)</b> Sebanyak 3 dari 20 orang pendaki tewas dalam peristiwa meletusnya Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Dari ke 3 korban tersebut, 2 orang merupakan warga negara Singapura dan 1 warga negara Indonesia (WNI). (bandung hari ini)

Sementara itu, The Guardian mengangkat laporan berjudul “Three hikers dead after Indonesia's Mount Dukono volcano erupts”. Fokus pemberitaan media asal Inggris itu tertuju pada keberadaan pendaki di area terlarang ketika erupsi terjadi.

Sky News bahkan mengaitkan tragedi tersebut dengan tren wisata demi konten media sosial. Dalam laporannya berjudul “Mount Dukono erupts: Three hikers 'creating online content' killed on Indonesia volcano”, disebutkan sejumlah pendaki diduga mendekati kawah untuk membuat konten digital sebelum letusan terjadi.

Media lain, Al Jazeera, menyoroti aspek keselamatan publik dan mengingatkan bahwa kawasan Gunung Dukono sebenarnya sudah ditutup sejak April akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

Di sisi lain, media regional seperti Malay Mail dan sejumlah media Singapura lebih banyak menyoroti nasib korban warga Singapura, termasuk bantuan konsuler hingga proses pemulangan jenazah.

Baca Juga: Singapura Apresiasi Indonesia atas Upaya Pencarian Korban Erupsi Gunung Dukono

Sementara itu, The Sun memberitakan tragedi tersebut dengan gaya yang lebih sensasional. Media itu menggunakan istilah seperti “deadly eruption”, “massive ash cloud”, hingga “urgent search mission” serta menampilkan visual dramatis dan kemungkinan bertambahnya korban.

Di Indonesia, Kantor SAR Ternate akhirnya resmi menghentikan operasi pencarian dan evakuasi terhadap seluruh pendaki korban erupsi Gunung Dukono setelah dua jenazah warga Singapura berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Minggu, 10 Mei 2026 sore.

"Sekarang proses operasi pencarian sudah resmi dihentikan setelah semua korban meninggal berhasil dievakuasi. Tim evakuasi semuanya sudah turun dari lokasi kejadian," kata Kepala SAR Kota Ternate, Iwan Ramdani.

x|close