Ntvnews.id, Jakarta - Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) menyelenggarakan program SIGAP Lansia (Sehat, Inspiratif, Giat, Aktif, dan Produktif untuk Lansia) guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan kegawatdaruratan yang kerap dialami kelompok lanjut usia.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Aula Panti Asuhan Harapan Remaja, Rawamangun, Jakarta Timur tersebut juga disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube, sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Acara SIGAP Lansia, Dr. dr. Aida Rosita Tantri, Sp.An-TI, Subsp.An.R(K), mengatakan bahwa lansia merupakan kelompok yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi sehingga diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama.
"Kita sehari-hari hidup berdampingan dengan lansia, baik di rumah maupun tetangga terdekat. Lansia merupakan kelompok yang memiliki risiko masalah kesehatan lebih tinggi. Acara ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dari masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia serta memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum mendapatkan bantuan medis," ujar Dr. dr. Aida Rosita Tantri, Sp.An-TI, Subsp.An.R(K), Ketua Acara SIGAP Lansia.
YKM NU, sebagai lembaga di bawah naungan Muslimat NU yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan, turut menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ketua YKM NU Tingkat Pusat, dr. Hj. Erna Yulia Soefihara, berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat disebarluaskan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Venezuela Rusakkan 250 Bangunan dan Delapan Rumah Sakit
Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan masyarakat terkait kondisi gawat darurat pada lansia sangat penting agar masyarakat mampu memberikan pertolongan awal secara tepat dan segera mencari bantuan medis ketika diperlukan.
Kegiatan SIGAP Lansia dikemas melalui sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta praktik langsung. Berbagai materi yang disampaikan berfokus pada penanganan kondisi darurat yang umum dialami lansia.
Materi mengenai pertolongan pertama pada kasus stroke disampaikan oleh Dr. dr. Riyadh Firdaus, Sp.An-TI, Subsp.N.An(K). Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada metode deteksi dini gejala stroke melalui pendekatan SEGERA dan FAST, sekaligus tahapan pertolongan pertama yang perlu dilakukan.
Selanjutnya, dr. Abdul Kadir memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah pertolongan pertama pada kasus lansia yang mengalami jatuh maupun kondisi lemas, termasuk teknik imobilisasi awal untuk mencegah cedera lebih lanjut.
Sementara itu, dr. Adinda Meidisa Akhmad, Sp.An-TI, membawakan materi mengenai penanganan sesak napas pada lansia. Ia menjelaskan berbagai gejala, kemungkinan penyebab, serta posisi tubuh dan tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum pasien mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pada sesi terakhir, Dr. dr. Aida Rosita Tantri, Sp.An-TI, Subsp.An.R(K), memberikan materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk tata cara melakukan resusitasi jantung paru (RJP) yang berkualitas. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan Automated External Defibrillator (AED), yaitu alat medis portabel yang dapat menganalisis irama jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung normal pada kasus henti jantung mendadak.
Setelah sesi teori, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti praktik langsung di sejumlah pos simulasi, seperti simulasi penanganan kasus, praktik resusitasi jantung paru, hingga teknik pemasangan balut dan bidai. Seluruh rangkaian simulasi tersebut juga disiarkan secara langsung sehingga dapat diikuti oleh peserta daring melalui Zoom dan YouTube.
Pelaksanaan SIGAP Lansia turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Yayasan Lestari Peduli, dengan dukungan donatur Surya Widyantoro serta sponsor dari Hetero, Novell, Bina Mitra Arta, SAS, Wardah, dan ZOLL.
Melalui penyelenggaraan SIGAP Lansia, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI-RSCM bersama Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) dan Yayasan Lestari Peduli kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendidikan, pelayanan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada lansia, memberikan pertolongan pertama yang tepat, serta mengambil keputusan secara cepat untuk mendapatkan bantuan medis, sehingga keselamatan dan kualitas hidup kelompok lanjut usia dapat terus terjaga.
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) menyelenggarakan program SIGAP Lansia (Sehat, Inspiratif, Giat, Aktif, dan Produktif untuk Lansia) (Istimewa)