Menkeu Optimistis IHSG Tembus 28.000 pada 2030 Meski Hadapi Volatilitas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 20:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4/2026) (ANTARA/Bayu Saputra) Arsip foto - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4/2026) (ANTARA/Bayu Saputra) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan tetap berpotensi menembus level 28.000 pada tahun 2030, meskipun pasar saham diperkirakan mengalami volatilitas pada 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menjelaskan bahwa kenaikan IHSG akan ditopang oleh ekspansi ekonomi nasional yang berlanjut hingga akhir dekade ini.

“Sekarang (level IHSG) 7.000. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa lah (IHSG) 28.000,” ujar Purbaya.

Menurutnya, kekuatan fundamental ekonomi menjadi faktor utama dalam menentukan pergerakan IHSG. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan fiskal untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: IHSG Dibuka Turun ke 7.378, Tekanan Harga Minyak Global Berlanjut

Di sisi lain, ia juga melihat tren positif dari meningkatnya partisipasi investor muda di pasar modal. Saat ini, generasi Z mendominasi dengan porsi sekitar 57 persen. Meski demikian, Purbaya mengingatkan pentingnya literasi keuangan bagi para investor pemula.

“Bagi investor muda untuk berhasil berinvestasi, bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago. Anda pelajari dulu pengetahuannya, baru nanti bisa untung lebih tinggi dari profesional yang di pasar modal, kalau Anda memang jago. Tapi kalau nggak, ikuti saja dulu sambil belajar,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, ia menilai kehadiran Program PINTAR Reksa Dana yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi solusi dalam mengelola risiko investasi. Program ini bertujuan memperdalam pasar keuangan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui instrumen reksa dana.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 7.158, Analis Prediksi Pergerakan Masih Mixed

Program tersebut juga selaras dengan agenda reformasi integritas pasar modal Indonesia yang menekankan pentingnya tata kelola yang baik serta perluasan basis investor.

“Berinvestasi selalu ada risikonya. High risk, high gain. No risk, no gain. Low risk, low gain. Selalu ada itu,” kata Purbaya.

“Program PINTAR adalah jawaban atas risiko yang ada pada reksa dana tradisional,” katanya menambahkan.

(Sumber: Antara)

x|close