Ntvnews.id, Jakarta - Aplikasi asal China WeChat melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan alat otomatis lainnya untuk penerbitan konten, menurut laporan media Yicai, Sabtu 11 April 2026.
Juru bicara WeChat mengatakan platform tersebut mendorong kreativitas sejati manusia dan tetap mendukung penggunaan alat untuk membantu karya kreator.
Namun, WeChat melarang konten yang sepenuhnya dibuat oleh program otomatis tanpa campur tangan manusia, kata perusahaan induk WeChat, Tencent Holdings.
Perusahaan itu menyatakan telah memperbarui aturan operasional bulan lalu dengan melarang pengguna dan akun menggunakan AI, skrip, antarmuka, atau program otomatis untuk menggantikan manusia dalam produksi dan publikasi konten.
Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold8 dan Flip8 Disebut Bakal Hadirkan Fitur AI Deteksi Penipuan, Ini Bocorannya
Baca juga: Meta Sesuaikan Batas Usia Pengguna Facebook, Instagram dan Threads di RI
Aturan baru itu mencakup larangan konten yang dihasilkan atau digabungkan oleh AI tanpa ekspresi manusia yang nyata, serta publikasi massal melalui program otomatis.
Akun yang melanggar bisa dikenai sanksi, mulai dari pembatasan, penghapusan konten, hingga pemblokiran.
Tencent bukan satu-satunya perusahaan yang membatasi konten berbasis AI.
Pemilik TikTok, ByteDance, juga meningkatkan penindakan terhadap konten yang dihasilkan AI. (Sumber:Antara)
WeChat/ist