Ntvnews.id, Jakarta - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa pihaknya tetap aktif melakukan investasi di pasar saham domestik meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah mengalami volatilitas akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Pandu menjelaskan bahwa kondisi fluktuatif tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga melanda pasar saham global dan regional.
“Saya rasa semua market sekarang lagi ngalamin masalah karena soal masalah perang, jadi bukan hanya Indonesia, semua market. Tentu kan kita bilang, kita lihat, saya selalu komunikasi, kita selalu aktif di market, kita lihat, tentu kita akan melihat juga best return,” ujar Pandu diwawancarai cegat seusai acara Outlook Indonesia "Peran Penggerak Ekonomi Nasional" di Jakarta, Selasa.
Baca Juga: IHSG Selasa Dibuka Menguat ke Level 7.001
Dalam menentukan arah investasi, Danantara akan memprioritaskan saham dari perusahaan yang memiliki prospek cerah, fundamental kuat, serta likuiditas tinggi.
“Jadi saya bilang, perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek yang baik, fundamental yang baik, likuiditas yang baik, tentu kita akan lihat,” ujar Pandu.
Di tengah ketidakpastian global, Pandu memastikan bahwa Danantara telah menyiapkan dana khusus untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia. Nantinya, realisasi investasi tersebut akan dilakukan melalui sejumlah manajer investasi (MI) yang berada di bawah pengelolaan perusahaan.
“Nanti kita lihat lah, itu urusannya nanti kan kerja kita kerja sama dengan MI (manajer investasi) juga. Jadi kan kita lewat beberapa MI, mereka yang akan melakukan itu. Tapi kita sudah mencadangkan dana untuk berinvestasi di sana (pasar saham),” ujar Pandu.
Sebagai bagian dari strategi penguatan investasi, PT Danantara Asset Management (DAM) pada 1 April 2026 telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat terhadap sejumlah perusahaan manajer investasi. Entitas yang masuk dalam kerja sama tersebut meliputi PT BNI Aset Manajemen, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, serta PT PNM Investment Management.
Baca Juga: Danantara, SMBC dan Mandiri Luncurkan Platform Aviation Leasing Pertama di Indonesia
Sementara itu, berdasarkan data penutupan perdagangan pada Selasa (7/4), IHSG tercatat melemah 18,40 poin atau 0,26 persen ke level 6.971,03. Indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 6,10 poin atau 0,86 persen ke posisi 701,66.
Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai dengan frekuensi mencapai 1.767.356 transaksi. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 27,16 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp13,48 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 250 saham menguat, 407 saham melemah, dan 158 saham stagnan.
(Sumber: Antara)
Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir memberikan keterangan pers usai mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan bisnis dengan para investor global di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A) (Antara)